Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata Buta, Mitos atau Fakta?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata Buta, Mitos atau Fakta?

Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata Buta, Mitos atau Fakta?

KEPONEWS.COM - Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata Buta, Mitos atau Fakta? Semenjak zaman dulu, anak akan dinasihati untuk tidak menonton televisi terlalu dekat. Kekhawatiran ini dikaitan dengan kebutaan mata. Ya, mereka yang nonton TV terlalu dekat dianggap bakal mengalami...
Loading...

Semenjak zaman dulu, anak akan dinasihati untuk tidak menonton televisi terlalu dekat. Kekhawatiran ini dikaitan dengan kebutaan mata. Ya, mereka yang nonton TV terlalu dekat dianggap bakal mengalami kerusakan mata.

Makanya, orangtua akan bertindak tegas pada anak-anak mereka yang nonton TV terlalu dekat dan dalam durasi yang lama. Tapi, apakah kebiasaan ini benar menyebabkan masalah serius pada mata?

Diterangkan Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros dr Robert Soetandio, SpA, efek langsung dari nonton TV terlalu dekat untuk waktu yang lama ialah merasa pusing dan merasakan mata lelah. Tetapi dampak itu bukanlah dampak permanen bahkan dampak itu akan hilang dalam beberapa waktu.

Bicara mengenai isu ini, maka mesti diketahui juga bahwa radiasi sinar-X yang dipancarkan televisi dapat merusak mata. Televisi layar cembung bisa memancarkan radiasi dengan kekuatan yang sangat kuat, adalah sekitar 10 ribu kali lipat dari batas aman bagi manusia.

"Karena alasan inilah jikalau kita terlalu dekat nonton tv, dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan penglihatan. Semenjak saat inilah anggapan bahwa televisi harus ditonton dari jarak yang jauh dan sebaiknya tidak ditonton lebih dari satu jam," terang dr Robert pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Nonton TV

Sementara itu, televisi modern yang memakai teknologi plasma atau LCD ternyata tak hanya dibuat demi merampingkan bentuknya saja. Televisi-televisi ini diolah agar tidak memancarkan cahaya dan radiasi yang berlebihan sehingga lebih aman bagi kesehatan mata kita. Meskipun begitu, ada baiknya kita tetap menjaga jarak saat menonton televisi agar tidak terlalu dekat.

"Penglihatan anak lebih mudah berfokus pada jarak dekat daripada jauh itulah salah satu alasan anak-anak menyukai duduk di depan televisi. Makin berkembangnya anak, kemampuan untuk fokus pada jarak jauh pun mulai berkembang," sambungnya.

Oleh karena itu, makin dewasa kemampuan menonton televisi dari jarak jauh lebih mudah. Tetapi tentunya kalau anak terus menonton dari dekat kita juga harus waspada.

"Jangan kita langsung bilang 'itu normal', karena penglihatan anak masih berkembang untuk fokus penglihatan jarak jauh. Bisa saja dia suka menonton televisi dari dekat karena dia mempunyai rabun jauh dari dia kecil. Sebaiknya, kita membawanya ke dokter mata untuk pengecekkan dan tidak langsung memarahi mereka," tambah dia.

Selanjutnya

Comments