Nikmatnya Kuliner Legendaris Nasbung Daun dan Es Legen

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Nikmatnya Kuliner Legendaris Nasbung Daun dan Es Legen

Nikmatnya Kuliner Legendaris Nasbung Daun dan Es Legen

KEPONEWS.COM - Nikmatnya Kuliner Legendaris Nasbung Daun dan Es Legen Nasi bungkus atau nasbung banyak dijual di Kota Surabaya, Jawa Timur. Anda bisa membelinya di banyak warung kopi atau penjual pinggir jalan. Tetapi nasbung bikinan Pak Main beda dari yang lain. Minuma...

Nasi bungkus atau nasbung banyak dijual di Kota Surabaya, Jawa Timur. Anda bisa membelinya di banyak warung kopi atau penjual pinggir jalan. Tetapi nasbung bikinan Pak Main beda dari yang lain. Minumannya juga khas, es legen. Cukup Rp10 ribu, nasbung plus es legen sudah bisa dinikmati.

Bagi pegawai negeri dan pekerja Surabaya yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo, Nasbung Pak Main sudah sangat terkenal. Semenjak tahun 1990-an, Pak Main menjajakan masakan khasnya di pinggir Jalan A Yani Surabaya, sekira 500 meter setelah pintu masuk Kota Pahlawan di Bundaran Waru.

Dari dulu sampai sekarang, tampilan dan menu Nasbung Pak Main masih sama. Lauk wajibnya ialah mie goreng, tahu dan sambal terasi. Lauk pilihannya ada tiga, telur dadar, daging dan udang goreng. Bungkusnya bukan kertas minyak, tetapi daun pisang segar berkancing potongan lidi.

Nasbung Daun

Hal yang juga khas dari Nasbung Pak Main ialah minumannya, es legen. Minuman tradisional hasil dari buah pohon Siwalan itu seakan jadi menu wajib di warung ini.

"Kalau enggak ada es legennya, kadang ada yang enggak jadi beli nasi," kata Pak Main ditemui VIVA di warungnya pada Senin pagi, 12 Februari 2018.

Beberapa kali VIVA mengunjungi warung ini. Kala pagi orang-orang berangkat kerja, warung Nasbung Daun Pak Main ramai pembeli. Suatu waktu Pak Main tidak dikirimi legen oleh pemasok langganannya.

Betul, kata dia, kurang lengkap di lidah bila makan tanpa dipungkasi dengan es legen. Semangat kerja serasa berkurang.

Pak Main mengatakan, semenjak dulu ia memasak sendiri nasbung daunnya. Semua diolah sendiri, termasuk lauk-pauknya. Setiap hari, sekira 900 bungkus nasi ia buat dan habis tak sampai sehari. Daun pisang pembungkusnya dipasok dari Malang. Adapun legennya dipasok dari Tuban. "Saya dibantu lima pekerja," ucapnya. (one)


Loading...

Comments