Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham AS Menguat

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham AS Menguat

Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham AS Menguat

KEPONEWS.COM - Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham AS Menguat JAKARTA Wall Street menguat pada perdagangan 21 Oktober 2019. Indeks saham acuan S&P 500 naik nyaris ke rekor tertinggi karena tanda-tanda lebih lanjut dari kemajuan penyelesaian perang perdag...
Loading...

JAKARTA Wall Street menguat pada perdagangan 21 Oktober 2019. Indeks saham acuan S&P 500 naik nyaris ke rekor tertinggi karena tanda-tanda lebih lanjut dari kemajuan penyelesaian perang perdagangan AS-China. Negosiasi dagang meningkatkan saham di sektor-sektor yang sensitif terhadap perdagangan dan ekonomi global.

Presiden AS Donald Trump terus memberikan nada optimis, sementara penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan tarif barang-barang Cina yang dijadwalkan untuk Desember dapat ditarik bila pembicaraan berjalan baik.

Wall Street Ditutup Melemah Imbas Isu Negatif dari Boeing

"Orang-orang terus optimis bahwa beberapa jenis gencatan senjata perdagangan dengan China dapat terjadi," kata Kepala investasi dari Independent Advisor Alliance Chris Zaccarelli dilansir dari Reuters, Selasa (22/10/2019).

Saham-saham teknologi yang sensitif terhadap perdagangan naik 1,1%, menyumbang besar pada indeks S&P 500. Perusahaan semikonduktor, yang memperoleh banyak pendapatan dari China, naik. Philadelphia SE Semiconductor Index naik 1,9%.

wall street

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 57,44 poin atau 0,21% menjadi 26.827,64, S&P 500 naik 20,52 poin atau 0,69% menjadi 3.006,72 dan Nasdaq Composite menambahkan 73,44 poin atau 0,91% menjadi 8.162,99.

Menurut data dari Refinitiv, analis telah memproyeksikan kontraksi pendapatan pertama semenjak 2016 untuk perusahaan S&P 500. Namun dari 75 perusahaan yang telah melaporkan hasil sejauh ini, hanya 12% yang kurang dari perkiraan pendapatan.

Volume pada perdagangan saham ialah 5,92 miliar saham, berada di bawah rata-rata 20 sesi perdagangan terakhir yang sebesar 6,55 miliar.

(kmj)

Loading...

Comments