Nasib Guru Honorer Jadi ASN PPPK, Diberi 3 Kali Kesempatan Seleksi

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Nasib Guru Honorer Jadi ASN PPPK, Diberi 3 Kali Kesempatan Seleksi

Nasib Guru Honorer Jadi ASN PPPK, Diberi 3 Kali Kesempatan Seleksi

KEPONEWS.COM - Nasib Guru Honorer Jadi ASN PPPK, Diberi 3 Kali Kesempatan Seleksi JAKARTA - Pemerintah akan membuka pendaftaran Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga pengajar pada tahun depan. Adapun kebutuhan guru di Indonesia mencapai 1 juta orang...

JAKARTA - Pemerintah akan membuka pendaftaran Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga pengajar pada tahun depan. Adapun kebutuhan guru di Indonesia mencapai 1 juta orang.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan seleksi PPPK terbuka untuk seluruh tenaga pengajar, termasuk guru honorer yang pada saat ini berstatus Tenaga Honorer Kategori Dua (K2) dan para lulusan Pendidikan Profesi Guru yang pada saat ini belum mengajar. Nantinya, tenaga pengajar akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian sampai tiga kali.

Seleksi PPPK 2021 Jadi Kesempatan Emas Honorer Naik Kelas

"Setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti ujian sampai tiga kali. Jikalau peserta ujian gagal pada kesempatan pertama, maka peserta dapat mengikuti ujian hingga dua kali lagi," ujarnya dalam acara Pengumuman Seleksi Guru Honorer menjadi PPPK melalui virtual, Senin (23/11/2020).

Infografis PPPK

Menurut Ma'ruf, bagi pemerintah daerah yang mempunyai anggaran terbatas tidak perlu khawatir. Karena semua biaya ujian seleksi ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Wapres Ungkap Menyedihkannya Nasib Guru Honorer

"Dengan demikian, diharapkan para peserta di daerah tidak akan terhambat untuk mengikuti ujian seandainya Pemerintah Daerah mempunyai keterbatasan anggaran," ucapnya.

Dengan seluruh dukungan yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan agar semua calon guru yang berminat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Selain itu, momen ini juga diharapkan bisa menjadi kesempatan dan menjadi solusi menyeluruh bagi pembenahan tata kelola guru.

Comments