Mudah, Ini 7 Tips Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

Mudah, Ini 7 Tips Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona

Mudah, Ini 7 Tips Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona

KEPONEWS.COM - Mudah, Ini 7 Tips Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona Ilustrasi berita palsu alias hoaks. [Shutterstock] Penyebaran virus corona COVID-19 masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan di sosmed. Di tengah banyaknya pemberitaan mengenai virus Coro...
Loading...

Ilustrasi berita palsu alias hoaks. [Shutterstock]

Penyebaran virus corona COVID-19 masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan di sosmed. Di tengah banyaknya pemberitaan mengenai virus Corona, beberapa masyarakat terkadang tidak sadar bahwa tautan isu yang diterimanya mungkin merupakan berita yang salah atau hoaks.

Gosip palsu ini menyebar lebih cepat dan mudah melalui internet, sosmed, dan pesan instan. Informasi-berita itu mungkin mengandung berita dan saran yang tidak berguna, tidak benar, atau bahkan berbahaya, yang dapat menghambat respon kesehatan masyarakat dan perpecahan sosial.

Di sisi lain, beberapa isu palsu juga mengandung campuran berita yang benar dan membuatnya sulit untuk menemukan bagian mana yang benar dan akurat.

Dilansir dari Science Alert, berikut tujuh tips sederhana agar terhindar dari gosip hoks perihal virus Corona:

1. Periksa sumber

Saat mendapatkan gosip, cek atau tanyakan sumbernya kepada pengirim pesan. Kalau tertulis referensi merujuk pada hal-hal seperti "Menurut laman Universitas Stanford" dan semacamnya, periksa situs web resmi dan cek apakah isu benar-benar telah diunggah di sana.

Tapi, bila sumbernya hanya berasal dari "temannya sahabat", kemungkinan besar pesan itu mengandung berita yang salah kecuali pengguna mengenal nama "sahabat" yang disebut sehingga dapat bertanya langsung.

2. Periksa logo

Pengguna perlu memerhatikan hal sedetail apapun, seperti logi. Periksa apakah logo organisasi apa pun yang digunakan dalam pesan terlihat sama dengan di situs web resmi.

Berita hoaks virus corona. (Kemenkominfo)Isu hoaks virus corona. (Kemenkominfo)

3. Penggunaan bahasa yang buruk

Gosip yang diunggah di situs web resmi jarang atau hampir tidak pernah sama sekali membuat kesalahan pengejaan dan tata bahasa.

Pengguna harus mulai curiga jikalau pesan yang didapat memakai huruf kapital seluruhnya atau mengandung banyak tanda seru dan tanda baca lainnya.

4. Periksa keaslian akun

Beberapa akun palsu mencoba membuat akunnya terlihat seolah-olah sama seperti yang asli, kemudian menyebarkan isu yang salah.

Sebagai contoh, akun Twitter tidak resmi @BBCNewsTonight mencoba untuk terlihat seperti akun Twitter resmi @BBCNews.

Berita hoaks virus corona. (Kemenkominfo)Isu hoaks virus corona. (Kemenkominfo)

5. Waspada pada kalimat dorongan yang berlebihan untuk menyebarkan

Pengguna harus mencurigai pesan yang mempunyai kalimat dorongan yang berlebihan untuk menyebarkan karena ini merupakan cara kerja pengiriman pesan viral.

6. Gunakan situs web pengecekan fakta

Pengguna dapat memakai situs web seperti APFactCheck dan Full Fact untuk mengecek apakah informasi itu palsu. Pengguna juga dapat memakai mesin pencari seperti Google untuk mencari judul berita dan melihat apakah atikel tersebut telah diidentifikasi sebagai isu palsu oleh media mainstream.

7. Akses isu dari sumber tepercaya

Sumber terbaik untuk mendapatkan berita kesehatan wacana COVID-19 ialah situs web kesehatan pemerintah dan situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).(Lintang Siltya Utami)

Comments