Mortal Kombat 11 Dikritik Karena Kebijakan Microtransactions Gila

Games

Updates / Games

Mortal Kombat 11 Dikritik Karena Kebijakan Microtransactions Gila

Mortal Kombat 11 Dikritik Karena Kebijakan Microtransactions Gila

KEPONEWS.COM - Mortal Kombat 11 Dikritik Karena Kebijakan Microtransactions Gila Kamu mungkin tidak bisa menikmati Mortal Kombat 11 secara resmi saat ini di Indonesia. Namun bagi mereka yang bersikukuh untuk menikmatinya lewat beragam cara, game fighting yang seharusnya membawa pe...
Loading...

Kamu mungkin tidak bisa menikmati Mortal Kombat 11 secara resmi saat ini di Indonesia. Namun bagi mereka yang bersikukuh untuk menikmatinya lewat beragam cara, game fighting yang seharusnya membawa pertarungan paling brutal dan penuh darah ke level yang baru ini ternyata memuat sebuah kebijakan yang mengecewakan. Review dari beragam media luar memang positif, namun sebagian dari mereka sekedar membicarakan soal kualitas visual, animasi, dan cerita. Sementara di sisi lain, reaksi negatif justru mengemuka di beragam komunitas gamer yang notabene merupakan konsumen di sini. Alasannya? Microtransactions.

Microtransactions memang bukan hal yang asing lagi untuk game fighting dari Netherrealm Studios, yang sudah mereka implementasikan juga di Injustice 2. Namun berdasarkan laporan dan keluhan gamer, Netherrealm Studios dan WB Games membuat microtransactions di Mortal Kombat 11 jauh lebih gila. Bagaimana caranya?

Mereka menyediakan setidaknya 60 jenis kostum untuk masing-masing karakter dari total 23 karakter roster yang bisa digunakan. Untuk bisa mendapatkannya, gamer harus bertarung dan mendapatkan resource bernama Time Krystals yang juga dijual seharga USD 5 / 500 Time Krystals dengan konversi uang nyata. Masalahnya? Untuk mendapatkan hanya 700 Time Krystals saja misalnya, gamer besar kemungkinan butuh memainkan Mortal Kombat 11 selama 4 jam. Jadi Kamu butuh sekitar 4 jam hanya untuk membuka 1 buah kostum saja. Bayangkan berapa banyak waktu yang mesti dihabiskan untuk membuka 60 buah kostum untuk setiap karakter yang ada.

Netherrealm Studios dan WB Games dituduh mendesain MK11 sedemikian rupa untuk menjual microtransactions.

Gamer mengeluh bahwa Netherrealm Studios dan WB Games sengaja mendesain sistem buka kostum dengan distribusi resource super terbatas ini untuk mendorong gamer yang tidak sabar lagi untuk menjadikan microtransactions sebagai solusi mengeluarkan uang nyata untuk membeli mata uang in-game. Parahnya lagi? Hitung-hitungan kasar memprediksikan bahwa untuk membuka semua kostum ini, gamer butuh mengeluarkan uang sekitar USD 6440 atau sekitar 91 juta Rupiah! Ini tentu saja sebuah kondisi yang menyedihkan. Ini baru berbicara soal kostum, belum konten unlockables lain seperti Fatality, Animasi Menang dan Pembuka, yang semuanya muncul dengan format RNG.

Netherrealm Studios sendiri berjanji bahwa mereka akan mulai melakukan balancing reward ini di masa depan, walaupun tidak memberikan timeline yang pasti. Bagaimana menurut Kamu sendiri? Apakah praktik seperti ini sesuatu yang rasional di mata Kamu?

Tags: fighting, gamingnews, mortal kombat 11, netherrealm studios, nintendo switch, pc, playstation 4, wb games, xbox one
Loading...

Comments