Mobil Wuling Made in Bekasi Siap Meneror

Otomotif

News / Otomotif

Mobil Wuling Made in Bekasi Siap Meneror

Mobil Wuling Made in Bekasi Siap Meneror

KEPONEWS.COM - Mobil Wuling Made in Bekasi Siap Meneror JAKARTA - PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) meresmikan beroperasinya pabrik mobil di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 11 Juli 2017. Di tahap awal, pabrik di daerah GIIC itu akan memprod...

JAKARTA - PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) meresmikan beroperasinya pabrik mobil di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa 11 Juli 2017. Di tahap awal, pabrik di daerah GIIC itu akan memproduksi Confero S.

Mobil low multi purpose vehicle (MPV) itu akan bersaing di segmen yang sebelumnya sudah diisi Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, dan Nissan Grand Livina. Tentunya bukan hal mudah bagi Confero S untuk bisa merebut pasar yang sudah dikuasai para pemain dari Jepang.

Confero S versi produksi sendiri akan diluncurkan pada Agustus 2017 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Mobil ini dibekali mesin 1,5 liter, 4 silinder, yang bisa memproduksi tenaga 107 hp pada 5.800 rpm dan torsi puncak 142 nm pada rentang 3.800-4.400 rpm. Tenaga dikirim ke roda belakang melalui sistem transmisi manual lima percepatan.

Dengan banderol mulai Rp130 jutaan, Confero S bisa meneror produl low MPV lain yang sudah lebih dulu eksis. Namun para pemain lain tak gentar dengan kehadiran Confero S karena diyakini pasarnya berbeda. Sebagai gambaran, mobil low MPV yang dipasarkan pabrikan Jepang dibanderol paling murah di kisaran Rp180 jutaan.

Ada beberapa taktik yang akan diterapkan Wuling untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia bersaing dengan para pelaku usaha automotif yang sudah lebih dulu hadir dan memiliki pasar yang sangat besar. Salah satu taktik itu merupakan membuat produk dengan harga terjangkau.

"Kami merupakan brand baru dan kami mau memakai cara bahwa kami merupakan brand yang beda dari yang lain," kata Vice President Wuling Motors, Cindy Cai.

Produk low MPV yang akan ditawarkannya diklaim tidak hanya murah, namun juga memperhatikan kualitas.

"Jadi bukan cuma harga yang murah saja tapi kami berharap bisa memberikan produk yang sesuai dengan harganya. dan harga bisa diterima oleh masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, pembangunan pabrik dan supplier park Wuling senilai USD700 juta tersebut merupakan yang pertama di luar China.

"Pembangunan pabrik pertama Wuling Motors di luar China menunjukkan komitmen kuat dan jangka panjang kami untuk memasuki pasar Indonesia. Kami siap berkontribusi menumbuhkan perekonomian Indonesia, khususnya di industri automotif," ujar President PT SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun.

Pabrik ini menggunakan teknologi global General Motors (GM) yaitu Global Manufacturing System (GMS) yang juga digunakan di pabrik GM lainnya di dunia.

Terkait produksi mobil, Wuling juga menggandeng pemasok internasional dan lokal. Perusahaan telah membawa 15 pemasok komponen internasional yang akan menempati supplier park dan bekerja sama dengan lebih dari 20 pemasok lokal.

Pabrik Wuling Motors berdiri di lahan seluas 60 hektare yang terdiri dari 30 hektare untuk fasilitas manufacturing dan 30 hektare supplier park. Kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 120 ribu unit kendaraan per tahun.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, industri automotif sudah ada semenjak lama di Indonesia dengan pemain asal Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Karena itu Wuling Motors diharapkan bisa bersaing dengan industri yang sudah masuk lebih dulu di sini.

"Kami yakin industri automotif China tentu selalu memperhatikan kualitas baik dan harga yang terjangkau sehingga masyarakat Indonesia dapat melihat perbandingan-perbandingan itu dan mempunyai pilihan-pilihan lain. Tentu di samping kualitas juga jaringan distribusi dan juga jaringan aftersales saya yakin akan memenuhi keinginan daripada seluruh masyarakat Indonesia," kata JK.

Kehadiran industri automotif yang baru, lanjut dia, juga diharapkan memberikan dampak besar bagi perekonomian. Sebuah negara bisa dikatakan maju atau tidak, salah satunya dilihat dari industri automotif. Semakin banyak pelaku industri maka perekonomiannya akan tumbuh. Industri automotif bisa memberikan multiplier effect.

Industri automotif membutuhkan komponen pendukung. Untuk mendapatkan komponen pelaku industri asing akan menggandeng perusahaan-perusahaan lokal. Tak hanya itu sumber daya manusia juga ikut terangkat sehingga lapangan pekerjaan akan semakin bertambah.

"Industri mobil butuh baja, plastik, aluminium, karet, dan sebagainya. Butuh vendor-vendor yang tentu sangat penting untuk industri lainnya dan juga lapangan kerja yang besar. Di samping itu juga distribusinya membutuhkan begitu banyak karyawan. Aftersales service yang baik tentu memberikan mutu yang baik. Karena itulah industri automotif mempunyai dampak yang baik dan besar untuk suatu kemajuan industri suatu negara," terang JK.

Mobil Wuling Made in Bekasi Siap Meneror

Comments