Meski Cepat, Pengobatan Kanker Payudara Trastuzumab Subkutan Tak Disarankan Pakai Sendiri di Rumah!

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Meski Cepat, Pengobatan Kanker Payudara Trastuzumab Subkutan Tak Disarankan Pakai Sendiri di Rumah!

Meski Cepat, Pengobatan Kanker Payudara Trastuzumab Subkutan Tak Disarankan Pakai Sendiri di Rumah!

KEPONEWS.COM - Meski Cepat, Pengobatan Kanker Payudara Trastuzumab Subkutan Tak Disarankan Pakai Sendiri di Rumah! PENGOBATAN untuk pasien kanker payudara terus berkembang. Fakta terbaru memaparkan bahwa pengobatan dengan trastuzumab subkutan cukup efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan menurunkan risik...


PENGOBATAN untuk pasien kanker payudara terus berkembang. Fakta terbaru memaparkan bahwa pengobatan dengan trastuzumab subkutan cukup efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan penderita kanker payudara HER2-Positif.

Obat ini juga dipercaya bisa memperbaiki kualitas dan memperpanjang angka harapan hidup pasien kanker payudara stadium lanjut.

Beberapa referensi memaparkan bahwa obat ini dianggap lebih baik dibandingkan dengan pengobatan intravena yang sekarang ini banyak dilakukan pasien kanker payudara. Ini terbukti dari waktu penatalaksanaan trastuzumab subkutan lebih singkat yaitu sekitar 5 menit, sedangkan intravena standar membutuhkan waktu 30 sampai 90 menit.

Sedikit berita, cara kerja dari trastuzumab ini ialah mengaktivasi sistem kekebalan tubuh, menghentikan sinyal dari HER2, dan menghancurkan sel-sel tumor. Obat ini juga menunjukan efikasi yang baik dalam pengobatan kanker payudara HER2-positif baik pada stadium awal maupun stadium lanjut.

injeksi kanker

Bahkan, Dokter Spesialis Hematologi dan Onkologi Medik Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, memaparkan bahwa pasien kanker payudara HER2-positif stadium dini sangat direkomendasikan untuk menambahkan tata laksana ini dipengobatan penyakitnya.

"Meskipun Kemenkes menyarankan penggunaan trastuzumab subkutan ini di tahap stadium lanjut, menurut saya akan sangat lebih berdampak baik jikalau obat ini sudah digunakan pasien pada stadium dini supaya harapan hidupnya semakin tinggi," papar dr. Nugroho saat ditemui di daerah Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Dari banyaknya manfaat dan keistimewaan trastuzumab subkutan ini, pasien juga mesti waspada pada dua hal berikut ini. Ditegaskan Dr Nugroho, hal pertama yang mesti diperhatikan ialah obat ini punya efek samping pada jantung pasien. Tapi jangan khawatir, efek tersebut tidak permanen dan sangat subjektif.

"Efek samping pada jantung itu akan sangat terlihat pada pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi juga. Jadi, terjadi double efek samping di sana," ungkapnya. Ya, pengobatan dengan trastuzumab subkutan ini ialah pelengkap dari pengobatan kemoterapi yang dijalani pasien kanker payudara HER2-positif.

Kemudian, Dr. Nugroho menegaskan juga bahwa meskipun waktu tata laksana sangat singkat, yaitu sekitar 3 sampai 5 menit, pasien dilarang melakukan tindakan penyuntikan sendiri di rumah. Hal ini berkaitan dengan adanya risiko jantung dan juga bila dilakukan sendiri, dikhawatirkan muncul masalah yang tidak diketahui dokter.

"Harus diketahui bahwa setelah tata laksana trastuzumab subkutan ini dilakukan, biasanya perawat akan mengevaluasi dan mengecek kembali bagaimana reaksi tubuh setelah menjalani pengobatan," tambah dr. Nugroho.

(hel)

Loading...

Comments