Meriahkan IMF-World Bank 2018, 60 Paket Wisata Siap Dijual Oktober Mendatang

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Meriahkan IMF-World Bank 2018, 60 Paket Wisata Siap Dijual Oktober Mendatang

Meriahkan IMF-World Bank 2018, 60 Paket Wisata Siap Dijual Oktober Mendatang

KEPONEWS.COM - Meriahkan IMF-World Bank 2018, 60 Paket Wisata Siap Dijual Oktober Mendatang JAKARTA Sebanyak 60 paket wisata di tujuh destinasi akan ditawarkan sebagai post tour pada acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan World Bank (Bank Dunia).K...
Loading...

JAKARTA Sebanyak 60 paket wisata di tujuh destinasi akan ditawarkan sebagai post tour pada acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan World Bank (Bank Dunia).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap memberikan paket wisata tersebut mulai Oktober 2017. Tujuh destinasi tersebut ialah Bali, Lombok, Labuan Bajo, Yogyakarta, Danau Toba, Tana Toraja, dan Banyuwangi. Sebanyak 33 paket wisata di antaranya berada di Pulau Bali dan sisanya 27 paket wisata di luar Bali. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, paket-paket wisata sudah selesai dibuat namun masih harus menunggu persetujuan panitia sehingga masih mungkin berubah. Panitia nasional dalam situs resmi www.am 2018 bali.go.id sudah menampilkan tiga destinasi, yaitu Bali, Lombok, dan Yogyakarta, tapi belum secara rinci menampilkan paket-paketnya.

BERITA REKOMENDASI

Sukseskan Pertemuan IMF-World Bank, Indonesia Kucurkan Rp868 Miliar

Semua paket- paket tersebut akan difinalkan pada Oktober 2017, di mana nanti kita akan publikasikan baik dalam versi digital maupun versi cetaknya. Jadi, kita sudah siap menjual itu, ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Menpar, pertemuan tahunan IMF dan WB 2018 di Bali sangat strategis untuk lebih memopulerkan lagi destinasi-destinasi wisata di Indonesia kepada dunia. Terlebih, para delegasi dan undangan yang datang merupakan kalangan top eksekutif sehingga dampak berganda dan nilai ekonomi dihasilkan juga relatif besar.

Menpar mengestimasikan jikalau jumlah total yang hadir mencapai 20.000 orang, maka devisa yang didapat bisa mencapai USD100 juta. Oleh karena yang datang para eksekutif top, maka spending atau pengeluarannya bisa mencapai USD5.000 per orang sehingga dengan 20.000 orang itu direct impact nya bisa USD100 juta selama penyelenggaraan. Belum lagi dampak ke depannya, karena mereka akan tertarik datang lagi sebagai turis (repeater ), tuturnya.

Jadi Tuan Rumah IMF-World Bank, Gubernur BI: Indonesia Bisa Pamer Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai catatan dari sisi nilai ekonomi, kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Events (MICE) bisa menimbulkan efek berganda, mengingat pesertanya umumnya dalam jumlah besar dan pengeluarannya berkisarUSD2000 per wisman MICE. Menurut International Congress & Convention Association (ICCA), pengeluaran wisatawan MICE bisa tujuh kali lipat dari wisatawan biasa.

Direktur Pelaksana Nusa Dua Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) I Wayan Karioka mengatakan, ITDC sebagai pengelola daerah Mandalika di Lombok juga turut menunjukkan Mandalika sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas untuk masuk dalam paket wisata IMWWB 2018.

Adapun di Nusa Dua yang akan dijadikan lokasi pertemuan IMF-WB 2018, ITDC akan menggelar kegiatan atau pameran produk-produk terkait industri pariwisata, seperti kerajinan unggulan dan karya-karya usaha kecil dan menengah di Bali.

Mengintip Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan IMF-World Bank 2018

Sementara General Manajer Taman Nusa di Bali, I Nyoman Murjana mengatakan, pihaknya belum secara khusus mendiskusikan terkait peluang kunjungan para delegasi IMF-WB 2018 ke Taman Nusa sebagai objek wisata yang menyuguhkan miniatur Indonesia itu. Namun, kata dia, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) sudah memasukkan Taman Nusa ke Peta Wisata Bali (Bali Travel Map) yang akan dibagikan ke para delegasi IMF-WB 2018. Kalaupun nanti kami diikutsertakan, kami sudah siap menyuguhkan banyak sekali atraksi, katanya.

Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/ IMF) dan World Bank (Bank Dunia) pada 12-14 Oktober 2018. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus Ketua Panitia Pertemuan IMF-WB Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembangunan proyek infrastruktur terkait acara tersebut dapat segera diselesaikan. Beberapa proyek infrastruktur yang akan dipercepat di antaranya, Jalan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, hingga penambahan apron pesawat.

Meriahkan IMF-World Bank 2018, 60 Paket Wisata Siap Dijual Oktober Mendatang

Comments