Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien Kanker

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien Kanker

Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien Kanker

KEPONEWS.COM - Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien Kanker New York, Phoebe Kannisto sudah punya tradisi berdonasi semenjak masih remaja. Ketika menjadi ibu, ia pun ingin mengajarkan kebaikan itu kepada buah hatinya.Phoebe merupakan seorang ibu dari enam anak...
New York, Phoebe Kannisto sudah punya tradisi berdonasi semenjak masih remaja. Ketika menjadi ibu, ia pun ingin mengajarkan kebaikan itu kepada buah hatinya.

Phoebe merupakan seorang ibu dari enam anak: Andre (10); Silas dan Emerson (8); Herbie, Reed dan Dexter (5); serta si kecil, Marah Taylor, satu-satunya anak perempuan di keluarga asal Cheektowaga, New York ini.

Ia pun memulainya pada tahun 2015 lalu. Ketika itu salah seorang rekan Phoebe kehilangan putranya karena penyakit kanker. Kebetulan rekan yang sama juga memiliki anak kembar yang seumuran dengan anak kembar Phoebe, Silas dan Emerson.

Rupanya pengalaman ini mendorong mereka untuk melakukan sesuatu, dan cara yang mereka pilih merupakan mendonasikan rambut.

Menurut Phoebe, anak-anaknya yang sebagian besar laki-laki itu sengaja memanjangkan rambut mereka sampai mencapai panjang minimal untuk didonasikan. "Terang saja, rambut setiap anak tidak ada yang tumbuh bersamaan, jadi kami harus menunggu sampai semuanya siap," ungkap Phoebe kepada Huffington Post.

Andre butuh waktu untuk memanjangkan rambutnya selama setahun; kemudian si kembar Silas dan Emerson menumbuhkan rambutnya selama dua tahun; sedangkan si kembar tiga bisa memiliki rambut sepanjang kakak-kakaknya setelah menunggu selama lima tahun.

Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien KankerFoto: Facebook/Phoebe LadyStanley Kannisto
Tetapi penantian ini tak terasa sia-sia ketika akhirnya mereka mendatangi salon di dekat rumah mereka, Hizair Hair Salon untuk memangkas rambut baru-baru ini. Phoebe juga mengajak serta suaminya, Eric.

Eric dan Phoebe kemudian mengabadikan momen-momen ketika rambut putra-putra mereka dipotong. Masing-masing dari mereka tersenyum lebar dan bangga memperlihatkan potongan rambut tersebut.

Setelah dijadikan satu, rambut-rambut itu pun disumbangkan ke sebuah organisasi bernama Children with Hair Loss, yang dikenal berperan aktif membantu anak-anak yang mengalami kerontokan rambut yang akan terjadi suatu penyakit. Total keluarga ini mengumpulkan rambut lebih dari 5 meter kepada organisasi non-profit tersebut.

Baca juga: Dukung Temannya yang Sakit Kanker, 80 Murid di Sekolah Ini Botaki Kepala

Semangat ini pun menular kepada anak bungsu Phoebe, Marah Taylor yang masih berumur dua tahun. "Kami berjanji akan berdonasi lagi nanti agar ia bisa ikut," timpal Phoebe sembari tertawa.

Sayangnya rambut Marah memang belum begitu panjang sehingga belum bisa diikutsertakan dalam donasi. Namun ketika menyaksikan kakak-kakaknya dipotong, ia tampak terkesima dan ikut bergembira. "Kakak-kakaknya telah menjadi role model untuknya," imbuh Phoebe.

Bagi Phoebe, penting untuknya untuk menanamkan rasa empati pada anak-anaknya. Apalagi ayah mereka, Eric ialah seorang peneliti kanker. "Karena siapapun bisa terkena kanker, bahkan orang-orang terdekat kita sekalipun," tuturnya.

Ia mengaku terharu karena salah satu dari putranya sempat mendapat ejekan dari teman-temannya karena memanjangkan rambut. Beruntung anak-anaknya tak ambil pusing dengan perkataan orang lain karena mereka tahu mereka melakukannya untuk tujuan mulia. Phoebe pun semakin bangga kepada mereka.

Baca juga: 2 Tahun Bocah Ini Panjangkan Rambut untuk Didonasikan ke Pasien Kanker Anak

Mereka Sengaja Gondrong Demi Sumbangkan Rambut ke Pasien KankerFoto: Facebook/Phoebe LadyStanley Kannisto
Apa yang dilakukan Phoebe sesuai dengan saran psikolog Roslina Verauli kaitannya dengan cara mengasah empati pada anak. Menurutnya, empati sejatinya sudah dimiliki tiap anak semenjak lahir. Namun jikalau tidak diasah, empati tidak akan muncul atau bahkan hilang sama sekali.

"Caranya dengan menjadi model yang nantinya akan ditiru oleh anak," tutur Vera kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Ini karena orang tua tak hanya menjadi model, tetapi juga idola anak, yang akan ditiru segala perbuatannya, baik positif maupun negatif. Untuk itu ketika orang tua ingin mengasah empati anak, baiknya orang tua lebih dulu menunjukkannya dalam keseharian, seperti mengelola emosi dengan baik, senang membuatkan, bertanggung jawab, suka menolong, termasuk berempati terhadap orang lain.(lll/vit)

Comments