Menparekraf Sandiaga Ingin Pariwisata Cepat Bangkit Usai Vaksinasi

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Menparekraf Sandiaga Ingin Pariwisata Cepat Bangkit Usai Vaksinasi

Menparekraf Sandiaga Ingin Pariwisata Cepat Bangkit Usai Vaksinasi

KEPONEWS.COM - Menparekraf Sandiaga Ingin Pariwisata Cepat Bangkit Usai Vaksinasi Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak karena pandemi Covid-19. Pembatasan sosial membuat banyak tempat wisata sepi pengunjung....

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak karena pandemi Covid-19. Pembatasan sosial membuat banyak tempat wisata sepi pengunjung.

Kini, dengan dimulainya program vaksinasi untuk pelaku pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap bahwa hal itu bisa membangkitkan industri yang tengah lesu itu.

Sandiaga mengungkapkan vaksinasi untuk pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan satu langkah kolosal untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Langkah ini dimulai di Bali pada 27-28 Februari. Ini wujud gerak cepat dan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu, (3/3/2021.

7 Penerima Vaksin Covid-19 di Jogja Alami KIPI, Dinkes Sebutkan Keluhannya

Salah satu karyawan hotel di kawasan Malioboro yang mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Senin (1/3/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]Salah satu karyawan hotel di daerah Malioboro yang mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Senin (1/3/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Menurut Sandiaga Uno, prediksi tahun 2021 menunjukkan tren positif. Bahkan konsensus para analis menyebutkan di 2021 Indonesia akan bangkit. World Bank memprediksi ekonomi Indonesia akan positif 3,1 persen di 2021. IMF memperkirakan ekonomi akan tumbuh 4,8 persen tahun ini dan 6 persen di 2022.

Bersiap menghadapi kebangkitan pariwisata, Sandiaga Uno menyiapkan tiga langkah, yaitu inovasi produk dan destinasi wisata sesuai tren. Kemudian adaptasi dan kolaborasi.

Fokus pada segmen dalam negeri dulu. Adaptasi dengan tetap disiplin protokol kesehatan 3M dengan mendorong Destinasi bersertifikasi CHSE (clean, health, safety, and environmental sustainability), ujarnya.

Pandemi mengubah tren pariwisata dari mass tourism ke sustainable tourism. Preferensi traveling customized, personalized, localized, dan smaller in size untuk mengurangi transit dan contactless.

Sekarang yang banyak dicari merupakan pariwisata berbasis budaya berbasis alam terbuka. Nature dan culture. dari tadinya hanya melihat laut pasir putih sinar matahari sekarang mencari keheningan, keberlanjutan, spiritualitas dari kunjungannya ke tempat pariwisata, jelas Sandi.

Program Vaksinasi Covid-19, Puan Maharani: Puskesmas Jadi Ujung Tombak

Program lain yang disiapkan merupakan destinasi yang didasari free covid corridor di mana destinasi di daerah zona hijau mulai dibuka untuk pariwisata mancanegara. Khusus terkait kondisi Bali di masa pandemi, Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan dampak Pandemi sangat terasa pada pariwisata dan perekonomian.

Comments