Menpar: Pariwisata Indonesia Lebih Bagus dari Malaysia

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Menpar: Pariwisata Indonesia Lebih Bagus dari Malaysia

Menpar: Pariwisata Indonesia Lebih Bagus dari Malaysia

KEPONEWS.COM - Menpar: Pariwisata Indonesia Lebih Bagus dari Malaysia KAJIAN perihal wisata halal Indonesia memang tengah hangat diperbincangkan. Peraturan ini disusun untuk mewujudkan misi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata halal dunia. Oleh alasanny...
Loading...

KAJIAN perihal wisata halal Indonesia memang tengah hangat diperbincangkan. Peraturan ini disusun untuk mewujudkan misi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata halal dunia.

Oleh alasannya adalah itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) membahas rencana strategis pengembangan Pariwisata halal 2019-2024.

Arief mengatakan, Indonesia mempunyai keindahan alam yang sangat baik dibandingkan beberapa negara lainnya, seperti Malaysia sebagai negara tetangga. Selain itu, Indonesia juga mempunyai pertumbuhan pariwisata yang tercepat di dunia, hingga 25 persen.

Saya selalu membandingkan dengan Malaysia, tapi Indonesia memang jauh lebih bagus dari Malaysia. Pertumbuhan pariwisata Indonesia ialah yang paling cepat di dunia, penghasil devisa terbesar, dan impact dari pengembangan pariwisata sangat besar sampai ke bawah. terang Menteri Arief.

Natural resource milik Indonesia selalu top 20 di dunia sayang tidak terkapitalisasi dengan baik.

Lebih lanjut Menpar Arief mengatakan, pariwisata merupakan hal yang paling murah dan mudah untuk meningkatkan kesejahteraan dan menaikan indeks kebahagiaan masyarakat. Natural resource milik Indonesia selalu top 20 di dunia sayang tidak terkapitalisasi dengan baik.

Indonesia tidak mempunyai speed, makanya keindahan Indonesia tidak laku. Thailand mempunyai 35 juta wisatawan, Malaysia 25 juta, Singapura 15 juta, dan Indonesia baru naik menjadi 15,8 juta. Yang bisa kita tiru ialah Vietnam. Jadi kalau ada aturan, jangan membuatnya menjadi lambat, lanjut Menpar Arief.

Dia pun memberikan contoh kasus untuk Lombok. Lombok dulunya hanya mempunyai wisatawan mancanegara sebesar 1 juta. 92 persen wisatawan berasal dari Bali. Jadi Lombok hanya menjadi secondary visit. Selain itu pariwisata Lombok pernah mengalami saat sulit adalah dengan pendapatan per kapita terendah di dunia.

Selanjutnya

Comments