Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini

Nasional

News / Nasional

Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini

Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini

KEPONEWS.COM - Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini Disediakan oleh PT. Kompas Cyber MediaMenko Darmin Nasution usai mrncoblos di TPS 20. Kompleks Liga Mas Pancoran, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (17/4/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAJAKARTA, KOMPAS.com...
Loading...
Menko Darmin Nilai Wajar Rupiah dan IHSG Tertekan Hari Ini
Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Menko Darmin Nasution usai mrncoblos di TPS 20. Kompleks Liga Mas Pancoran, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (17/4/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANA

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (22/5/2019) dibuka melemah di pasar spot Bloomberg pada level Rp 14.488 per dollar AS setelah pada perdagangan kemarin ditutup pada level Rp 14.480 per dollar AS.

Adapun berdasarkan pemantauan Kompas.com pada pukul 10.30 WIB nilai tukar rupiah sudah bertengger pada posisi Rp 14.512,5 per dollar AS, melemah 32,5 poin atau 0,22 persen dibanding penutupan lalu.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun dibuka melemah pada posisi 5.948 sementara pada perdagangan kemarin ditutup 5.951.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, tertekannya nilai tukar rupiah serta IHSG merupakan hal yang wajar seiring dengan adanya aksi demonstrasi yang berbuntut kerusuhan di daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

"Tentu saja (rupiah dan IHSG tertekan). Ya itu namanya euforia pasar, pasar itu suka sentimental aja. Jadi besok ada koreksinya dia bikin," ujar dia di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia mengatakan, dengan kejadian tersebut, investor akan cenderung bersikap wait and see untuk menanamkan dana mereka di Indonesia.

"Ya paling orang kemudian lihat-lihat. Paling-paling soal investasi ada yang lihat lihat dulu," ujar Darmin di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Namun, menurutnya, dalam waktu dekat beberapa indikator perekonomian akan kembali stabil. Pasalnya, koreksi terhadp IHSG dan rupiah menurutnya hanya erupa sentimen yang akan berangsur membaik seiring dengan kian stabilnya kondisi politik dalam negeri.

"Tapi mustinya setelah melihat bagaimana kejadiannya tidak akan banyak artinya," ujar Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.

Penulis: Mutia Fauzia

Editor: Bambang Priyo Jatmiko

Copyright Kompas.com

Loading...

Comments