Menko Darmin Jelaskan Sulitnya Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4% di 2018

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Menko Darmin Jelaskan Sulitnya Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4% di 2018

Menko Darmin Jelaskan Sulitnya Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4% di 2018

KEPONEWS.COM - Menko Darmin Jelaskan Sulitnya Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4% di 2018 JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di 2018 dinilai sulit untuk bisa capai sasaran dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) yang sebesar 5,4%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasut...


JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di 2018 dinilai sulit untuk bisa capai sasaran dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) yang sebesar 5,4%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan, hal ini dipengaruhi kondisi neraca transaksi modal dan finansial yang tak bisa menutupi defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) neraca transaksi modal dan finansial pada kuartal II 2018 sebesar USD4 miliar, sedangkan defisit transaksi berjalan sebesar USD 8 miliar. Hal ini membuat neraca pembayaran defisit sekitar USD4,3 miliar. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan dinamika global di mana perdagangan internasional yang melambat.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum

"Kondisi dunia sekarang pengaruh terbesarnya belum ada pertumbuhan, sudah ada yang mulai kena sedikit tetapi yang pertama kena ternyata perdagangan internasionalnya. Kalau itu sudah kena berikutnya pertumbuhannya akan kena," katanya di Kantor Kemenko Perkeonomian, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Oleh alasannya adalah itu, meski sektor riil di dalam negeri dalam kondisi yang baik, namun dengan neraca transaksi modal dan finansial yang kurang sehat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Jadi enggak bisa kita rencanakan 5,4%, itu mempertahankannya sudah usaha yang besar, bisa-bisa malah turun ke 5,3%. Mungkin juga tidak tahun ini kena pengaruhnya ke pertumbuhan tapi tahun depan. Jadi enggak ada yang imun terhadap itu (kondisi global)," jelasnya.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum

Meski demikian, lanjut Darmin, pemerintah akan terus berupaya supaya pertumbuhan ekonomi bisa memenuhi sasaran. Hal ini dilakukan dengan upaya mendorong kinerja ekspor dan menekan pertumbuhan impor yang cukup tinggi, dengan menaikkan pajak penghasilan impor pada 1.147 pos tarif.

Selain itu, juga dengan adanya kemudahan perizinan berusaha yang terintegrasi sistem online atau Online Single Submission (OSS), perluasan mandatori B20, hingga menerapkan insentif pajak seperti tax holiday, tax Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kita akan hadapi, serta kita akan coba atasi. Sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan (dengan menerapkan kebijakan-kebijakan tersebut)," pungkasnya.

(kmj)

Loading...

Comments