Menkes Jawab Isu Distribusi Vaksin Covid-19 Dianggap Tak Merata

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Menkes Jawab Isu Distribusi Vaksin Covid-19 Dianggap Tak Merata

Menkes Jawab Isu Distribusi Vaksin Covid-19 Dianggap Tak Merata

KEPONEWS.COM - Menkes Jawab Isu Distribusi Vaksin Covid-19 Dianggap Tak Merata VAKSINASI menjadi satu hal yang paling dicari masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Meski demikian, banyak masyarakat yang menilai bahwa pemerintah tidak adil dan mendistribusikan vaksin Covid-19 h...

VAKSINASI menjadi satu hal yang paling dicari masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Meski demikian, banyak masyarakat yang menilai bahwa pemerintah tidak adil dan mendistribusikan vaksin Covid-19 hanya berdasarkan ke beberapa wilayah saja. Alasannya adalah masih banyak sekali masyarakat yang belum mendapatkan vaksin meski hanya dosis pertama.

Menjawab hal tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pun meluruskan kesalahpahaman terkait dengan distribusi vaksin yang dinilai kurang merata menurut masyarakat. Ia mengatakan bahwa pemerintah memang sengaja melakukan distribusi vaksin Covid-19 memakai basis risiko dari setiap wilayah.

Vaksin Covid-19

Karena Provinsi Jawa dan Bali tinggi sekali kenaikan kasus dan kematiannya, mungkin vaksinasi harus diakselerasi. Jadi kalau banyak bertanya, mengapa vaksinasi banyak di daerah tertentu? Karena daerah tersebut yang kasus konfirmasi dan kematiannya yang paling tinggi. Vaksinasi ini pemerintah berikan berbasis risiko, kata Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers di channel YouTube Sekertariat Presiden, Senin (2/8/2021).

Menkes Beberkan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Di saat yang sama, Menkes juga memaparkan terkait anggapan masyarkat terkait dengan pemerintah yang tampak memprioritaskan dan mengistimewakan para tenaga kesehatan (nakes) dibandingkan dengan masyarakat lain.

Mengapa kita vaksinasi nakes duluan dan diistimewakan? Karena mereka yang paling berisiko tinggi dan setiap hari harus melayani pasien Covid-19. Kenapa kita berikan ke kabupaten kota lebih banyak? Karena angka kematiannya paling tinggi di sana. Orang yang terkena paling banyak di sana, jadi mohon pengertiannya, lanjutnya.

Menkes Beberkan Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Berdasarkan data, sampai Juni 2021, Indonesia baru mendapat sekira 22% dari total vaksin yang kita butuhkan. Jadi memang ada distribusi yang memang lebih tinggi pada suatu wilayah. Hal ini karena memang kematian dan kasus konfirmasinya tinggi sekali sehingga pemerintah melakukan intervensi. Namun, mulai Agustus sampai September, akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin.

Itu saatnya kita bekerja keras bersama-sama untuk melakukan vaksinasi. Vaksinasi ini ialah cara pengabdian kita kepada masyarakat. Jadi tidak usah memikirkan untuk mendapat panggungnya, tapi inilah saat untuk memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya vaksin kepada masyarakat. Saya percaya Indonesia itu sudah banyak sekali mengalami tekanan, kesulitan dan kegagalan. Tapi kita bisa bangkit kembali melawan jikalau melakukannya bersama-sama, tuntasnya.

(hel)

Comments