Menjaga Anak Terlalu Bersih, Baik atau Buruk?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Menjaga Anak Terlalu Bersih, Baik atau Buruk?

Menjaga Anak Terlalu Bersih, Baik atau Buruk?

KEPONEWS.COM - Menjaga Anak Terlalu Bersih, Baik atau Buruk? Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terserang penyakit. Banyak sekali cara biasanya dilakukan guna menjaga tubuh anak tetap sehat dan bugar. Mulai dari memberi makanan bernutrisi, vitamin, hingga me...
Loading...

Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terserang penyakit. Banyak sekali cara biasanya dilakukan guna menjaga tubuh anak tetap sehat dan bugar. Mulai dari memberi makanan bernutrisi, vitamin, hingga menjaga kebersihan anak guna mencegah infeksi dan penyakit.

Kebersihan ialah salah satu faktor yang cukup mendapatkan perhatian lebih. Karena lingkungan kotor merupakan sarang bakteri dan kuman yang bisa menginfeksi tubuh. Akan tetapi, tahukah Kamu kalau hidup di lingkungan yang terlalu bersih dapat meningkatkan risiko anak menderita asma atau rinitis alergi? Kondisi tersebut merupakan sejenis peradangan pada hidung yang disebabkan oleh alergen di udara.

Dalam sebuah konferensi alergi dan rhinologi di Singapura beberapa waktu lalu terungkap bila anak-anak yang hidup berdekatan atau kontak dengan hewan kurang rentan terhadap subtipe alergi dan asma. Begitu juga dengan mereka yang sering berada di lingkungan kotor. Sebaliknya, anak-anak yang terlalu bersih rentan terhadap alergi.

Bayi kembar

Lingkungan yang terlalu bersih akan menurunkan pertahanan alami tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh tidak terkena virus dan bakteri yang dapat membantunya tumbuh. Dengan sistem kekebalan tubuh yang terus-menerus berada dalam mode istirahat, maka anak akan mudah dipicu oleh alergen yang umum seperti tungau debu , jamur, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan.

Selain itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan paparan awal terhadap alergen dan bakteri sebelum usia anak satu tahun dapat dikaitkan dengan insiden alergi dan asma yang lebih rendah di kemudian hari. Sedangkan dampak itu tidak terlihat signifikan kalau paparan terjadi saat usia anak lebih dari 1 tahun. Para ahli yang terlibat dalam penelitian itu mengingatkan kepada orangtua bila terlalu bersih itu tidak sepenuhnya baik.

Anak-anak

Sebaliknya, orangtua perlu melawan pemikiran yang selama ini terbilang salah. Pertama, orangtua perlu membiarkan anaknya bermain kotor-kotoran asalkan sehabis itu tubuh anak langsung dibersihkan. Kedua, jangan terlalu sering membersihkan tangan anak. Bersihkanlah tangan anak pada saat dirinya hendak makan, sehabis main kotor-kotoran di luar ruangan dan memegang hewan, setelah dari toilet, serta sebelum tidur.

Terakhir, hindari penggunaan sabun dan semprotan antimikroba. Membersihkan tubuh anak cukup hanya dengan sabun biasa dan air. Demikian seperti yang Okezone rangkum dari banyak sekali sumber, Rabu (15/5/2019).

(tam)

Loading...

Comments