Menhub Akui Arus Balik Lebaran 2019 Perlu Diperbaiki

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Menhub Akui Arus Balik Lebaran 2019 Perlu Diperbaiki

Menhub Akui Arus Balik Lebaran 2019 Perlu Diperbaiki

KEPONEWS.COM - Menhub Akui Arus Balik Lebaran 2019 Perlu Diperbaiki JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui secara umum pelaksanaan arus balik Lebaran 2019 perlu diperbaiki karena masih ditemui kemacetan parah di sejumlah titik. "Secara umum pelaksana...
Loading...

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui secara umum pelaksanaan arus balik Lebaran 2019 perlu diperbaiki karena masih ditemui kemacetan parah di sejumlah titik.

"Secara umum pelaksanaan arus mudik dan balik mendapat apresiasi dari banyak sekali pihak, walau ada yang harus diperbaiki terutama arus balik," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari Antaranews, Senin (17/6/2019).

Hal itu disampaikan saat dirinya didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meninjau Terminal Bus Type A Giwangan yang akan menjadi terminal ditingkatkan pelayanannya.

Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Pindah ke Angkutan Darat dan Laut

Menhub mengatakan, waktu libur saat mudik memang lebih panjang, sehingga masyarakat mempunyai waktu lebih panjang lima hingga enam hari untuk perjalanan pulang kampung sehingga tidak terjadi kemacetan panjang. Tapi sebaliknya, kata Budi Karya, untuk waktu arus balik lebih pendek, yaitu hanya dua hingga tiga hari sehingga banyak pemudik yang kembali pada saat bersamaam sehingga terjadi kemacetan.

"Tentu ini semua akan terus kita evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik dan tak lagi terjadi kemacetan. Mungkin bisa dengan menjadikan libur usai Lebaran lebih panjang," kata Menhub.

Arus Balik Libur Sekolah Mulai Berdatangan di Stasiun Pasar Senen

Upaya lain yang akan dilakukan untuk mengurangi kemacetan ialah kualitas angkutan massal seperti bus akan ditingkatkan apalagi dengan telah tersedianya tol Transjawa. Sebelumnya, Menhub mengatakan tingkat kecelakaan selama masa angkutan Lebaran 2019 turun 75% dengan total 563 kejadian dari 2.234 kecelakaan pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2018.

Kalau yang kita lihat dari apa yang terjadi secara kualitatif, satu hal penting mendasar bagi Kemenhub ialah keselamatan. Alhamdulillah ada penurunan signifikan berkaitan dengan kecelakaan turun lebih dari 70%, kata Budi Karya.

Dari segi kerugian materi juga mengalami penurunan sebesar 72% dari Rp6,2 miliar pada Lebaran 2018 menjadi Rp1,7 miliar pada Lebaran 2019. Rinciannya, korban meninggal dunia turun 74% dari 528 jiwa pada Lebaran 2018 menjadi 137 jiwa pada Lebaran 2019, korban luka berat turun 78% dari 493 orang menjadi 106 orang dan korban luka ringan turun 77% dari 2.947% menjadi 684%.

(kmj)

Loading...

Comments