Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum

Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum

KEPONEWS.COM - Mengintip Pembangkit Listrik 'Tidur' di Pasuruan yang Siap Berikan Setrum PASURUAN - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP) mempunyai pembangkit listrik yang 'tidur'. Namun pembangkit listrik ini menjadi kuncian bila sewaktu-waktu dibutuhkan seperti...
Loading...

PASURUAN - PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP) mempunyai pembangkit listrik yang 'tidur'. Namun pembangkit listrik ini menjadi kuncian bila sewaktu-waktu dibutuhkan seperti kebutuhan beban listrik naik maupun adanya pembangkit listrik yang sedang shut down.

Pembangkit listrik ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati di Pasuruan, Jawa Timur. PLTGU Grati ini mempunyai tiga blok dengan kapasitas 3 x 450 megawatt (mw). Namun, sayangnya PLTGU Grati ini masih 'tidur' karena kebutuhan akan listrik sudah dipenuhi oleh pembangkit listrik lainnya seperti PLTU.

Okezone berkesempatan mengunjungi dan melihat cara kerja PLTGU Grati ini. Untuk menghasilkan listrik, prosesnya cukup panjang adalah dimulai dari pengolahan gas dan tidak langsung dibuang, melainkan mengolahnya menjadi uap dengan mesin hit recovery steam generator (HRSG).

"Memanfaatkan gas buang dari PLTG. Kalau PLTG itu gas buang masih punya panas 500 derajat celcius, itu dimasukin ke HRSG. Maka panas tadi dimanfaatkan jadi uap. Nah dalam itu terdapat satu gas turbin dan menghasilkan steam untuk memutar turbin generator. Itu jadi listrik. Satu mesin steam turbin hasilkan listrik kurang lebih 160 mw," kata pekerja saat memaparkan cara kerja PLGTU Grati di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (21/3/2019).

PJB Bakal Operasikan 2 PLTU 3.000 Mw

Sementara itu GM PLGTU Grati Mulyadi mengatakan, saat ini daya terpasang PLGTU Grati sebagai sebesar 1.360 mw. Untuk memasuki PLTGU Grati ini tidak mudah, alasannya adalah memasuki daerah milik TNI yang penjagaannya cukup ketat.

"Ini luas lahannya 72 hektare (ha). Masih separuhnya. Kita bisa bangun 2 blok lagi. Lahan ini sudah kita akuisisi tapi jalannya masih milik TNI," katanya.

Untuk pasokan gas ini kata Mulyadi masih kurang. Alasannya adalah saat ini pasokan gas hanya sebesar 65 BBTUD per day. Sementara untuk mengoperasikan secara penuh 3 blok PLTGU Grati dibutuhkan gas sekira 200 BBTUD per day.

"Gas BBTUD untuk pengoperasian, sisanya 15 BBTUD kadang kita compress gas untuk cadangan," ujarnya.

Disumbang 16.000 Ton Sampah, 12 PLTSa Bakal Beroperasi di RI

Kendati demikian, pengoperasian PLTGU Grati secara penuh masih menunggu kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan industri dan penurunan harga gas, sehingga listrik dari PLTGU ini bisa dialirkan. Tercatat, harga gas sebesar USD6,5 hingga USD8 per mmbtu. Saat ini PLTGU hanya disiapkan untuk 'dibangunkan' untuk musim peaker (kebutuhan beban listrik meningkat).

"PLTGU ini dibutuhkan ketika ada kenaikan beban listrik. Apalagi PLTU masih banyak. Kita standby kapan dibutuhkan. Misalnya ada PLTU gangguan. Kita siap," ujarnya.

(fbn)

Comments