Mengintip Pariwisata Lombok Usai Gempa

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Mengintip Pariwisata Lombok Usai Gempa

Mengintip Pariwisata Lombok Usai Gempa

KEPONEWS.COM - Mengintip Pariwisata Lombok Usai Gempa Belum hilang di ingatan, Juli dan Agustus lalu Lombok digoyang gempa cukup dahsyat sehingga menghancurkan banyak bangunan di beberapa daerah. Hingga kini pun, Lombok masih 'diserang' gempa susulan. B...
Loading...

Belum hilang di ingatan, Juli dan Agustus lalu Lombok digoyang gempa cukup dahsyat sehingga menghancurkan banyak bangunan di beberapa daerah. Hingga kini pun, Lombok masih 'diserang' gempa susulan.

Beberapa bulan pascagempa, VIVA, beberapa rekan media dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies atau Asita Jawa Timur berkesempatan mengunjungi Lombok. Perasaan was-was menyelimuti kala pesawat mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Zainuddin Abdul Madjid merupakan nama baru yang diberikan Presiden Jokowi pada bandara yang semula bernama Bandara Internasional Lombok itu. Bandara ini baru enam tahun beroperasi dan belum 24 jam.

"Dahulu bandaranya ada di Mentaram (Kota Mataram). Seperti Kamu lihat tadi, tidak ada kerusakan apa-apa di bandara seperti diberitakan," kata Jakfar, si pemandu wisata dari Asita Jatim, kepada VIVA Senin 8 Oktober 2018.

Kami kemudian berkunjung ke Kampung Tenun di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggot, Lombok Tengah. Perjalanan dari bandara ke Kampung Tenun ditempuh sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan, tidak terlihat bekas-bekas kerusakan bangunan karena gempa. Jakfar menyebut bahwa lokasi yang terdampak gempa terparah ialah Lombok Utara.

Gempa Lombok

Kami melanjutkan perjalanan ke arah barat, melintasi Kota Mataram. Jejak gempa mulai terlihat namun tidak mencolok. Hanya tenda-tenda berdiri di beberapa lapangan, tak jauh dari bandara lama, Bandara Selaparang.

NTB Ketagihan Gelar Festival Musik di Pinggir Pantai

Pria Asal Jakarta Tewas Misterius di Air Terjun Lombok Timur

Menguak Daya Tarik Wisata di Lombok

"Di Mataram tak banyak rumah terdampak. Kalau malam korban biasanya ke tenda, pagi pulang ke rumah," ucap Jakfar.

Kami terus ke arah barat. Tujuan kami ialah destinasi wisata andalan Lombok, adalah Pantai Senggigi dan Pantai Nipah. Sekitar satu jam perjalanan dari Mataram, sampailah kami di Senggigi. Di sinilah terlihat beberapa bangunan roboh. Tenda-tenda pengungsian terlihat di pinggir jalan.

Senggigi berada di daerah pantai yang dipagari bukit-bukit. Karena berbukit, jalanan di sini naik-turun dan berkelok-kelok dengan pemandangan alam yang sedap dipandang mata.

Hijau pepohonan begitu rumpun sehingga panas matahari tak terasa menyengat. Di pinggir pantai, rindang daun kelapa yang berjajar penuh begitu elok dipandang.

Ada titik berswafoto yang disediakan bagi pengunjung dari atas bukit, adalah Bukit Malaka. Dari sini, putihnya pasir Pantai Senggigi dan Nipah begitu indah terlihat. Tiga pulau gili, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, terlihat jelas. "Kalau cuaca bagus, Gunung Agung di Bali terlihat dari sini," ujar Jakfar.

Kementerian Pariwisata pun berupaya meyakinkan publik bahwa tidak semua daerah di Lombok terdampak bencana, termasuk daerah wisatanya. Para pelaku usaha wisata salah satunya Asita Jawa Timur pun diajak melihat sendiri seperti apa kondisi wisata di Lombok pascagempa, yang ternyata memang masih aman dan baik-baik saja.

Comments