Mengenal Saprahan, Budaya Makan Khas Kota Pontianak yang Terus Dilestarikan

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Mengenal Saprahan, Budaya Makan Khas Kota Pontianak yang Terus Dilestarikan

Mengenal Saprahan, Budaya Makan Khas Kota Pontianak yang Terus Dilestarikan

KEPONEWS.COM - Mengenal Saprahan, Budaya Makan Khas Kota Pontianak yang Terus Dilestarikan Saprahan. Begitu nama tradisi makan bersama-sama dengan hidangan makanan beraneka menu. Tradisi ini menjadi salah satu budaya yang terus-menerus dilestarikan. Saprahan, dikenal menjadi istiadat budaya...
Loading...

Saprahan. Begitu nama tradisi makan bersama-sama dengan hidangan makanan beraneka menu. Tradisi ini menjadi salah satu budaya yang terus-menerus dilestarikan.

Saprahan, dikenal menjadi istiadat budaya khas di Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak yang tidak saja dikenal oleh mereka yang hidup di era 60 hinggga 90-an. Tetapi juga menjadi tren terkini terutama di Kota Khatulistiwa di mana banyak rumah makan yang menyajikan saprahan sehingga menjadi menu andalan yang dijual dengan varian rasa.

Makan Saprahan merupakan istiadat istiadat budaya Melayu. Berasal dari kata "Saprah" yang artinya berhampar, adalah budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan bersila di atas lantai secara berkelompok yang terdiri dari enam orang dalam satu kelompoknya.

Orang makan

Dalam makan saprahan, semua hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah. Sedangkan peralatan dan perlengkapannya mencakup kain saprahan, piring makan, kobokan beserta kain serbet, mangkok nasi, mangkok lauk pauk, sendok nasi dan lauk serta gelas minuman.

Untuk menu hidangan di antaranya nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas atau terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya. Kemudian untuk minuman yang disajikan ialah air serbat berwarna merah.

Saprahan juga dilakukan oleh Pemkot Pontianak menjelang hari jadi Kota Pontianak. Sebanyak 30 kelompok peserta dari kader PKK se-Kota Pontianak menampilkan hidangan saprahan dalam Lomba Inovasi Saprahan dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak ke-248 yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC) Pontianak.

Orang makan

Hidangan menu makanan saprahan tersaji di atas lantai beralaskan permadani yang menjadi rencana tahunan demi melestarikan budaya kepada masyarakat dan siswa siswi tingkat SD hingga Universitas.

Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan upaya agar seluruh masyarakat mengenal budaya serta tradisi salah satu budaya makan saprahan kepada masyarakat, selain memperkenalkan kepada wisatawan luar Kota Pontianak dan wisatawan asing.

Budaya makan saprahan, biasanya dihidangkan untuk mendapatkan tamu, sebagai penghormatan kepada tamu, acara pernikahan dan sebagainya. Makan saprahan bersama dengan duduk bersila menjadikan silaturahmi semakin akrab antara satu dengan lainnya.

Selanjutnya

Comments