Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun

Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun

KEPONEWS.COM - Mengenal Penyakit Kawasaki yang Menyerang Jantung Anak di Bawah Usia 5 Tahun Kamu tentu sudah sering melihat atau mendengar sejumlah kasus perihal orang yang tiba-tiba meninggal dunia, baik dalam keadaan tertidur lelap, atau bahkan sedang melakukan aktivitas. Para ahli kesehat...
Loading...

Kamu tentu sudah sering melihat atau mendengar sejumlah kasus perihal orang yang tiba-tiba meninggal dunia, baik dalam keadaan tertidur lelap, atau bahkan sedang melakukan aktivitas. Para ahli kesehatan sering menyebutnya dengan istilah penyakit silent killer.

Penyakit ini biasanya terjadi karena dari serangan jantung. Nah, dalam perkembangannya, penyakit jantung ini terbagi lagi menjadi ke dalam beberapa kategori. Salah satunya merupakan Penyakit Kawasaki yang hingga sekarang belum diketahui secara pasti penyebab utamanya.

Secara harfiah, penyakit kawasaki ialah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah pada tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung.

Penyakit ini umumnya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka kejadian penyakit Kawasaki mencapai 5.000 kasus per tahun, dan yang terdiagnosis baru 150-200 kasus per tahun.

Melihat jumlah kasus yang belum terdiagnosis relatif tinggi, DR. dr. Najib Advani, Sp.A(K), M.Med (Paed) dari Omni Hospitals mengatakan, bahwa sangat penting bagi orang tua untuk mengenali gejala penyakit ini, alasannya adalah jikalau tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit Kawasaki dapat mengalami kerusakan jantung permanen.

Sayangnya, sampai saat ini penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui secara pasti sehingga diagnosis yang benar hanya bisa ditegakkan berdasarkan gejala fisik yang muncul serta pengalaman dokter yang memeriksa, tutur Dokter Najib Advani, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (1/5/2019).

Penanganan pada penyakit Kawasaki juga tergantung pada kondisi masing-masing anak. Hal terpenting yang harus diketahui orangtua merupakan mengenali sedini mungkin gejala-gejalanya.

anak demam

Gejala penyakit ini menyerupai penyakit umum yang diderita anak-anak, seperti campak, infeksi virus, dan gondongan. Mulai dari demam, mata merah, bibir pecah-pecah, lidah bengkak dan merah, ruam-ruam pada kulit (area punggung, dada, perut, tangan, dan kaki), pembengkakan kelenjar di leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, hingga kulit pada ujung jari tangan dan kaki mengelupas.

Biasanya demam pada penyakit Kawasaki tidak akan mereda meski telah diobati. Lama demam kurang lebih 5 hari. Setelah itu, mata akan mulai memerah dan bibir pecah-pecah. Kalau sudah demikian harus segera diobati sebelum terlambat, tegas Najib.

Lebih lanjut, Najib memaparkan, penanganan penyakit ini juga tergantung pada kondisi masing-masing anak. Hal terpenting yang harus diketahui orang rua ialah mengenali sedini mungkin gejala-gejalanya.

Apabila menemukan gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter yang memang ahli dan berpengalaman dalam menangani penyakit Kawasaki.

Ya meski tidak menular, baik melalui pernapasan, sentuhan, dan lain sebagainya, penanganannya harus cepat karena penyakit ini termasuk penyakit silent killer yang dapat menyerang jantung, tulas Najib.

(hel)

Comments