Mengenal Nasi Estafet dari Yogyakarta

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Mengenal Nasi Estafet dari Yogyakarta

Mengenal Nasi Estafet dari Yogyakarta

KEPONEWS.COM - Mengenal Nasi Estafet dari Yogyakarta Sebagai masyarakat sudah seharusnya kita saling tolong menolong dalam kehidupan. Orang yang bisa menolong orang yang kekurangan, salah satu cara menolong orang kesusahan ini dengan gerakan Nasi Estafe...
Loading...

Sebagai masyarakat sudah seharusnya kita saling tolong menolong dalam kehidupan. Orang yang bisa menolong orang yang kekurangan, salah satu cara menolong orang kesusahan ini dengan gerakan Nasi Estafet.

Gerakan Nasi Estafet sudah berlangsung di Yogyakarta beberapa bulan lalu. Sebuah cara unik untuk membuatkan dengan orang lain yang sedang lapar.

Nasi estafet

Nasi Estafet di Yogyakarta (Foto: KRJogja)

Inisiator Gerakan Nasi Estafet, Adit Dibyandaru mengatakan, gerakan Nasi Estafet digagas untuk membantu orang lain yang sedang lapar namun tak punya uang. Ia mengaku kebingungan dalam membantu kaum dhuafa, fakir miskin, dan musafir atau orang lain yang sedang membutuhkan makan atau sekedar minum selama ini.

Dulu sempat muter untuk bagi nasi tapi kemudian waktunya habis di jalan. Akhirnya saya punya pikiran buat wadah yang bisa membuat orang-orang lain ikut ambil bagian membantu. Akhirnya beberapa bulan lalu tercetus Nasi Estafet ini, katanya belum lama ini.

Seperti dilansir dari KRJogja, baru beberapa bulan bergerak, Nasi Estafet rupanya bisa merangkul banyak orang yang mempunyai rejeki lebih untuk ikut ambil bagian. Mereka ini disebut sebagai atlet.

Saat ini sudah ada lima etalase Nasi Estafet sederhana yang dibuat dari hasil donasi. Seluruhnya bisa diisi makanan dan minuman untuk diberikan pada orang-orang membutuhkan.

Luar biasanya banyak sekali yang ingin terlibat membantu, kami menyebutnya Atlet Nasi Estafet dan sekarang sudah ada lima etalase di Giwangan, Patangpuluhan, Candi Gebang depan Masjid Nurul Falaah, depan Starcomp Jalan Kaliurang dan depan Tride Industries Jalan Kalimantan Sinduadi. Di Giwangan, Patangpuluhan, Jalan Kaliurang, dan Candi Gebang setiap hari sudah bergerak sementara yang di Jalan Kalimantan sementara tiap Jumat, terang Adit.

Selanjutnya

Comments