Mengawal Pemilu

Sepakbola

Sports / Sepakbola

Mengawal Pemilu

Mengawal Pemilu

KEPONEWS.COM - Mengawal Pemilu Kamis sore, 18 April 2019, tepat pukul 17.00 WIB, Presiden Jokowi melakukan konferensi pers. Konpers terkait hasil perhitungan cepat atau quick count. Ia berdiri di depan mikrofon dengan KH. Ma'ruf Am...
Loading...

Kamis sore, 18 April 2019, tepat pukul 17.00 WIB, Presiden Jokowi melakukan konferensi pers. Konpers terkait hasil perhitungan cepat atau quick count. Ia berdiri di depan mikrofon dengan KH. Ma'ruf Amin menemaninya. Berdiri setengah lingkaran di sekeliling Jokowi dan Ma'ruf Amin, para Ketua Umum dan Sekjen partai politik koalisi pengusung pasangan 01. Ada Megawati, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, Grace Natalie, Airlangga Sutarto, hingga Puan Maharani.

Ini merupakan konferensi pers kedua dari paslon 01. Sebelumnya, mereka sudah melakukan konferensi pers di hari pemungutan suara, memberikan perolehan hasil suara untuk mereka, namun tetap meminta publik menunggu hasil real count.

"Kalau kemarin saya belum memberikan angkanya karena masih di bawah 70 persen (jumlah data masuk). Tetapi hari ini karena sudah hampir mencapai 100 persen, kami sampaikan bahwa hasil quick count dari 12 lembaga survei menyatakan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan persentase 54,5 persen dan Prabowo-Sandi mendapatkan prosentase 45,5 persen," kata Jokowi dalam jumpa pers di Restoran Plataran, Jakarta tersebut.

Berselang sekirar 15 menit, giliran Prabowo Subianto memberikan pengumuman. Sore itu, didampingi Amien Rais, Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, Shohibul Iman, dan pendukung lainnya, Prabowo memberikan kemenangannya.

"Saya ulangi, pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count," kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019.

Kedua paslon memberikan perolehan hasil yang mereka terima. Hasil hitung cepat 12 lembaga survei yang disahkan sebagai lembaga kredibel yang sudah terverifikasi oleh KPU dijadikan rujukan oleh paslon 01, meski paslon 02 menolaknya dan mengatakan punya lembaga survei internal.

Sementara, Komisi Pemilihan Umum baru memulai proses penghitungan real count. Hingga hari ketiga usai Pemilu, suara yang masuk baru sekitar 2,6 persen, atau sekitar 21.000 TPS dari 809.000 TPS. Jumlah TPS untuk Pemilu 2019, tercatat dua kali lebih banyak dari TPS tahun 2014 yang hanya 477 TPS. Hasil penghitungan real count KPU diprediksi akan memakan waktu hingga satu bulan mendatang. Alasannya adalah KPU melakukan proses penghitungan suara secara manual berjenjang.

Warga Baduy Luar dibantu petugas TPS memasukan kertas suara usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 01 di Desa Kanekes, Lebak, Banten

Warga Baduy, Banten memasukkan surat suara

Pemilu 2019 di Indonesia disebut sebagai pemilu yang paling besar se-dunia. Alasannya adalah dalam satu kesempatan, rakyat Indonesia secara serentak memilih anggota DPRD Provinsi, DPRD Kota, DPD, DPR RI dan Presiden. Sebuah penelitian yang dirilis oleh Lowy Institute, sebuah lembaga kajian strategis yang berbasis di Australia, menyebut Pemilu di Indonesia sebagai Pemilu yang paling complicated se-dunia. Menurut Lowy, seperti dikutip dari laman www.lowyinstitute.org, dengan 193 juta pemilih, maka pemilihan di Indonesia menjadi ajang pemilihan presiden secara langsung yang terbesar di dunia. Selain Pilpres, rakyat juga diminta memilih 575 anggota dewan yang berasal dari 16 partai. Tercatat ada 193 juta warga yang mempunyai hak pilih di seluruh Indonesia. Dan 193 juta orang itu memberikan suara mereka serentak dalam satu hari, Rabu, 17 April 2019.

Lembaga Pemantau dan Partisipasi Publik

Besar dan kompleksnya proses Pemilu RI tahun 2019 ini membutuhkan kerja keras setiap lembaga terkait untuk menekan kekacauan, potensi kecurangan, dan kemungkinkan terjadinya banyak sekali cara untuk mendelegitimasi penyelenggaraan. Meski pelaksanaan Pemilu komplek karena menggabungkan lima pemilihan dalam satu waktu, tapi proses penyelenggaran Pemilu semenjak era reformasi membuka kesempatan seluas-luasnya untuk mengajak publik terlibat mengawasi proses Pemilu.

sorot pemantau pemilu 2019

Pemantau pemilu asing sedang memantau Pemilu 2019 di Indonesia

Proses demokrasi yang bergulir pasca runtuhnya Orde Baru membuka keran dalam proses pemilihan umum. Semenjak tahun 1999, lembaga pemantau pemilu mulai bermunculan dan ikut berperan aktif dalam memantau dan mengawal proses pemilihan. Tujuannya jelas, agar Pemilu berjalan dengan demokratis, aman, dan kredibel. Bahkan semenjak tahun 1999, pemantau asing juga sudah ikut memantau pelaksanaan pemilihan umum di negeri ini. Pemantauan diperbolehkan selama lembaga pemantau pemilu domestik maupun asing menjaga prinsip-prinsip dasar, adalah independen dan tak memihak salah satu kandidat.

Loading...

Comments