Menentang Stigma, Cerita Jeffrey Donor Sperma

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Menentang Stigma, Cerita Jeffrey Donor Sperma

Menentang Stigma, Cerita Jeffrey Donor Sperma

KEPONEWS.COM - Menentang Stigma, Cerita Jeffrey Donor Sperma MANTAN donor sperma, Jeffrey Ingold, dari London, mengatakan kepada BBC bahwa ia percaya bahwa mengizinkan donasi sperma setelah kematian dapat meyakinkan lebih banyak pria untuk donor sperma. "Saya t...
Loading...

MANTAN donor sperma, Jeffrey Ingold, dari London, mengatakan kepada BBC bahwa ia percaya bahwa mengizinkan donasi sperma setelah kematian dapat meyakinkan lebih banyak pria untuk donor sperma.

"Saya tidak melihat bagaimana memperkenalkan sistem, yang membuat donor sperma mirip dengan donasi organ, bisa membawa hal yang buruk," katanya. "Bagi saya, menyumbangkan sperma bukan wacana gen saya sendiri atau semacamnya, tapi itu wacana membantu sahabat yang membutuhkan.

Jefferey

"Saya juga berpikir bahwa proses semacam ini mungkin dapat mengatasi stigma atau ide-ide yang sebelumnya sudah terbentuk wacana donasi sperma."

Dia menambahkan: "Jikalau orang tahu lebih banyak wacana proses itu dan dapat membuat keputusan yang lebih baik perihal apakah mereka akan menjadi donor sperma, saya pikir kita akan melihat lebih banyak orang memilih untuk melakukannya."

Ilustrasi donor sperma

Namun, Prof Allan Pacey, profesor andrologi di Universitas Sheffield, berpendapat itu akan menjadi "langkah mundur" dalam proses donasi.

"Saya lebih memilih menginvestasikan energi untuk mencoba merekrut donor yang lebih muda, sehat, dan bersedia yang mempunyai peluang bagus untuk hidup ketika anak yang dikandung berkat donor sperma itu mulai ingin tahu perihal sang donor. Anak-anak itu juga akan mempunyai kesempatan untuk melakukan kontak dengan mereka tanpa bantuan seorang spiritualis,". ujar Prof Allan Pacey.

Selanjutnya

Comments