Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun!

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun!

Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun!

KEPONEWS.COM - Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun! SALAH satu sudut Balai Yasa Yogyakarta tampak sangat sibuk. Beberapa pekerja tampak bekerja dengan serius di sebuah lokomotif yang bentuknya kini tak lagi familier dilihat. Saat diselami lebih dalam,...
Loading...

SALAH satu sudut Balai Yasa Yogyakarta tampak sangat sibuk. Beberapa pekerja tampak bekerja dengan serius di sebuah lokomotif yang bentuknya kini tak lagi familier dilihat.

Saat diselami lebih dalam, ternyata para pekerja sedang berusaha membangunkan lagi sebuah lokomotif uap tua keluaran tahun 1898 berseri D 1410. Lokomotif tersebut bukan tanpa karena dibangunkan kembali setelah tertidur dipensiunkan operasionalnya di Yogyakarta semenjak 1975 lalu.

Suharyanto, koordinator restorasi mengungkap lokomotif D 1410 ini dahulu dioperasikan di daerah pegunungan Cianjur pada medio 1900-an. Namun, lantaran usia lokomotif tersebut tak lagi digunakan semenjak tahun 1975 dan dipajang sebagai monumen di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

6 Ciri-Ciri Perempuan Bakal Punya Anak Banyak

Sparepart yang saat ini tak lagi diproduksi membuat tim restorasi harus mengakali dengan membuat sendiri

"Semenjak pensiun pada 1975, loko D 1410 ini jadi monumen di TMII. Sekarang karena minat wisata memakai kereta uap ini prospeknya bagus, maka kemudian atas perintah RI 1 akan berusaha direstorasi lagi," ungkapnya.

Merestorasi loko yang tak lagi dihidupkan lebih dari 43 tahun, menurut Suharyanto mempunyai tantangan tersendiri dan tak mudah. Sparepart yang saat ini tak lagi diproduksi membuat tim restorasi harus mengakali dengan membuat sendiri.

"Ini tinggal kerangka saja yang masih bisa tertolong, untungnya belum habis semua. Ketel uapnya tidak diganti, dan sudah dimintakan izin perpanjangan masa operasi, bisa dapat kira-kira 10 tahun. Catatannya hanya bisa 8 kilometer per jam, harapannya nantinya bisa sampai 12 tahun," imbuh pria yang memang ahli kereta uap ini.

Ini Sosok Andre, Brimob yang Dituduh WNA pada Demo 22 Mei 2019

loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara sejak 2009 lalu.

Masa pengerjaan menghidupkan kembali Loko D 1410 ini ditargetkan rampung selama 270 hari kerja, atau sekitar bulan September 2019. Nantinya, loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara semenjak 2009 lalu.

"Kami mohon doa juga agar loko ini bisa hidup kembali, bangun dari tidur untuk mengangkut wisatawan yang main ke Solo. Harapannya bisa jadi wisata ikonik kereta uap," pungkasnya.

(mrt)

Comments