Matahari akan Berubah Menjadi Kristal, Ini Waktunya

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Matahari akan Berubah Menjadi Kristal, Ini Waktunya

Matahari akan Berubah Menjadi Kristal, Ini Waktunya

KEPONEWS.COM - Matahari akan Berubah Menjadi Kristal, Ini Waktunya Ilustrasi Matahari menjadi bola kristal. (Pixabay/ Alexas_Fotos) Di usia tua mereka, bintang dapat berubah bentuk menjadi benda angkasa lain. Begitu juga pusat tata surya, penelitian terbaru menunjuk...


Ilustrasi Matahari menjadi bola kristal. (Pixabay/ Alexas_Fotos)

Di usia tua mereka, bintang dapat berubah bentuk menjadi benda angkasa lain. Begitu juga pusat tata surya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebelum benar-benar mati, Matahari berubah menjadi kristal.

Penelitian yang dipublikasikan pada hari Rabu (09/01/2019), di jurnal Nature mengungkap sesuatu yang mengejutkan.

White dwarf star atau dikenal sebagai bintang katai putih akan mendingin menjadi bola kristal yang sangat besar dan super berat.

Itu juga akan terjadi pada Matahari kita sekitar 10 miliar tahun yang akan datang.

Katai putih atau katai degenerasi ialah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar.

Katai putih termasuk bagian dari dwarf star atau bintang katai, bintang dengan ukuran kecil dan tingkat luminositas rendah.

Ketika memasuki fase katai putih, bintang mengalami degenerasi elektron yang dianggap sebagai tahap terakhir dalam evolusi bintang.

Ilustrasi pesawat menuju Matahari. (NASA)Ilustrasi pesawat menuju Matahari. (NASA)

Dalam fase itu, bintang tidak cukup masif untuk ''hancur'' menjadi bintang neuron atau lubang hitam.

''Semua bintang katai putih akan mengkristal di beberapa titik dalam evolusi mereka. Katai putih yang lebih besar akan melalui proses lebih cepat,'' kata ketua peneliti Pier-Emmanuel Tremblay, dari University of Warwick.

Dikutip dari Futurism, itu berarti bahwa miliaran katai putih di galaksi kita telah ''menyelasaikan proses''.

Tremblay mengatakan bahwa selama ini kita telah melihat bola kristal logam di langit.

Penelitian terbaru ini didasarkan pada pengamatan dari pesawat ruang angkasa Badan Antariksa Eropa (ESA) yang bernama Gaia.

Ilustrasi katai putih. (NASA)Ilustrasi katai putih. (NASA)

Data dari Gaia menunjukkan adanya ''overabundance'' atau luapan warna yang tidak bisa dijelaskan pada sebuah bintang.

Namun model menunjukkan bahwa ''pembacaan data'' dapat dijelaskan bila bagian dalam bintang sudah mengeras menjadi kristal.

Peneliti memprediksi bahwa katai putih akan mendingin menjadi bola langit besar dengan inti yang terbuat dari oksigen terkristalisasi.

Sementara ekterior bintang atau lapisan bintang akan terbuat dari krsital karbon seperti berlian.

Bukti bahwa katai putih dan juga bisa termasuk Matahari akan menurun tingkat luminositasnya memperkuat prediksi peneliti 50 tahun lalu.

Comments