Markis Kido Diduga Kena Serangan Jantung meski Rajin Olahraga, Kenali Penyebabnya

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Markis Kido Diduga Kena Serangan Jantung meski Rajin Olahraga, Kenali Penyebabnya

Markis Kido Diduga Kena Serangan Jantung meski Rajin Olahraga, Kenali Penyebabnya

KEPONEWS.COM - Markis Kido Diduga Kena Serangan Jantung meski Rajin Olahraga, Kenali Penyebabnya LEGENDA bulu tangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam kemarin. Markis Kido meninggal ketika sedang bermain bulu tangkis di daerah Tangerang. Mendadak dia jatuh dan tidak sadar di...

LEGENDA bulu tangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam kemarin. Markis Kido meninggal ketika sedang bermain bulu tangkis di daerah Tangerang. Mendadak dia jatuh dan tidak sadar di lapangan, diduga karena terkena serangan jantung.

Konfirmasi disampaikan pebulu tangkis legenda Indonesia, Candra Wijaya. Ia mengatakan Markis Kido kolaps saat bermain bulu tangkis.

"Saat itu Markis Kido tiba-tiba tersungkur saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin. Sebenarnya rekan-rekannya sudah mencoba menolong, tapi nyawa Markis Kido tidak bisa tertolong," kata Candra Wijaya ketika dihubungi MNC Portal, Senin 14 Juni 2021.

Markis Kido Meninggal Dunia, Pernah Menderita Hipertensi

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa Markis Kido bisa kena serangan jantung, padahal rajin olahraga?

Dikutip dari laman Marshfieldclinic, kardiologis John Hayes MD mengatakan kejadian atlet tiba-tiba mengalami kolaps sudah banyak terjadi. Ia pun coba memaparkan banyak sekali risiko yang menjadi penyebabnya.

Menurut Hayes, salah satu penyakit yang tidak terduga dan kerap dialami atlet ialah henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest (SCA). Akibatnya, seorang atlet bisa saja jatuh secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya.

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Shutterstock)

Fenomena SCA memang jarang terjadi. Diperkirakan kejadian ini hanya menimpa 1 dari 200 ribu atlet per tahun. Kondisi tersebut bisa terjadi karena adanya stress berat atau heat stroke. Meski demikian, sebagian besar SCA disebabkan penyakit kardiovaskular yang mendasarinya.

"Dengan tuntutan tenaga fisik yang intens, penyakit ini membuat jantung cenderung mengembangkan irama yang cepat dan kacau yang disebut fibrilasi ventrikel," jelas Hayes.

Markis Kido Punya Riwayat Hipertensi, Waspadai Silent Killer Pemicu Serangan Jantung

Ritme jantung dapat dikembalikan normal dan kehidupan atlet hanya bisa diselamatkan apabila defibrilasi ekstrnal dilakukan dengan cepat. Banyak kondisi yang membuat atlet berisiko mengalami SCA, namun risiko tersebut dapat diketahui dengan pengamatan fisik saat olahraga. Terkadang pengujian diagnostik juga diharapkan.

Beberapa gejala yang bisa dikenali semenjak awal di antaranya (1) Nyeri dada saat beraktivitas, (2) Sesak napas, (3) Pusing, (4) Pingsan, (5) Sensasi detak jantung cepat (palpitasi).

Comments