Mantan Menteri era Soeharto Ungkap Alasan BJ Habibie Ingin Dikenang Sebagai Bapak Demokrasi

Nasional

News / Nasional

Mantan Menteri era Soeharto Ungkap Alasan BJ Habibie Ingin Dikenang Sebagai Bapak Demokrasi

Mantan Menteri era Soeharto Ungkap Alasan BJ Habibie Ingin Dikenang Sebagai Bapak Demokrasi

KEPONEWS.COM - Mantan Menteri era Soeharto Ungkap Alasan BJ Habibie Ingin Dikenang Sebagai Bapak Demokrasi TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Bacharuddin Jusuf Habibie menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri upacara Puncak Perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17 bersama Gubernur Jabar Ahmad Hery...
Loading...
Mantan Menteri era Soeharto Ungkap Alasan BJ Habibie Ingin Dikenang Sebagai Bapak Demokrasi

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Bacharuddin Jusuf Habibie menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri upacara Puncak Perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17 bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (10/8). Mantan Presiden RI ke-3 ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia kembali mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang kini mengalami kemunduran. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro, mengungkapkan keinginan Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie.

Ia menuturkan bahwa BJ Habibie ingin dikenang sebagai seorang Bapak Demokrasi.

Hal ini diungkapkan Wardiman dalam acara Breaking News di Metrotv.

"Dalam pembicaraan akhir-akhir ini dia bilang, 'saya kok ingin dikenang sebagai bapak demokrasi'," ungkapnya.

Wardiman lantas mengungkapkan alasan dari keinginan BJ Habibie tersebut.

Menurutnya ada beberapa tindakan nyata yang dilakukan BJ Habibie terkait demokrasi di Indonesia.

"Alasannya karena waktu beliau mendapatkan jabatan presiden dari pak Harto, maka beliau yang membuat langkah-langkah yang membuka jalan ke demokrasi."

"Yang pertama misalnya kebebasan pers, kemudian tahanan politik," sambungnya.

BJ Habibie juga mendapatkan julukan khusus dari teman-teman mahasiswa di Jerman.

Halaman selanjutnya

Comments