Mantan Kepala Bappeda Jatim Dicecar KPK Terkait Prosedur Pemberian Bantuan ke Pemkab Tulungagung

Nasional

News / Nasional

Mantan Kepala Bappeda Jatim Dicecar KPK Terkait Prosedur Pemberian Bantuan ke Pemkab Tulungagung

Mantan Kepala Bappeda Jatim Dicecar KPK Terkait Prosedur Pemberian Bantuan ke Pemkab Tulungagung

KEPONEWS.COM - Mantan Kepala Bappeda Jatim Dicecar KPK Terkait Prosedur Pemberian Bantuan ke Pemkab Tulungagung Laporan Wartawan Tribunnews, Inspirasi Rian Pratama JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa di Peme...
Loading...

Laporan Wartawan Tribunnews, Inspirasi Rian Pratama

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2018.

Dua saksi itu ialah, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur Zainal Abidin dan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Nuwiyatno.

Keduanya diperiksa untuk terduga Ketua DPRD Tulungagung Supriyono.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait prosedur pemberian bantuan dari Provinsi ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung," beber Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Kamis (22/8/2019).

Dalam kasus ini, Febri merinci, telah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 50 orang saksi dari unsur DPRD Kabupaten Tulungagung, PNS Pemkab Tulungagung, serta unsur swasta.

Kata Gading Marten Akan Ada Waktunya Ngobrol Bareng Wijin

Akademisi Sebut Papua akan Pilih Jalannya Sendiri bila Rasisme di Surabaya Tak Ditangani Serius

Kronologi Perseteruan Aura Kasih dan Yan Widjaya, sampai Ancam Perkarakan dengan UU ITE

Soal Kerusuhan di Papua, Ridho Slank Tagih Ketegasan Jokowi

Sedangkan, dalam beberapa minggu terakhir KPK lakukan sejumlah kegiatan di Surabaya dan mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat atau mantan pejabat Pemprov Jawa Timur.

Mereka antara lain, Ahmad Sukardi, mantan Sekretariat Daerah Jatim; Budi Juniarto, Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Provinsi Jatim; Budi Setiawan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jatim; Fattah Jasin, Kepala Dinas Perhubungan Jatim; Hendry Setyawan, PNS Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD); R.B. Fattah Jasin, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ; dan Toni Indrayanto, Kabid Inpraswil Bappeda Jatim.

"Pada sejumlah saksi dari unsur pejabat di Pemprov Jawa Timur ini fokus KPK merupakan pada aspek penganggaran, khususnya proses alokasi Bantuan Keuangan dari anggaran Pemprov ke Kab/Kota di Jatim, khususnya Tulungagung," ungkap Febri.

Untuk diketahui, KPK pernah menggeledah kediaman Zainal Abidin di Jalan Asem Nomor 1, Surabaya, Jawa Timur.

Namun, belum diketahui apa saja yang diamankan KPK dari penggeledahan di rumah pribadi Zainal Abidin tersebut.

Selain Zainal Abidin, KPK juga memanggil satu saksi lainnya adalah, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Nuwiyatno. Dia juga akan diperiksa untuk terduga Supriyono.

Dalam perkara ini, Supriyono diduga mendapatkan uang sekira Rp4,8miliar selama periode 2015-2018 dari Bupati Tulungagung Syahri Mulyo terkait dengan pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan atau APBD-P Kabupaten Tulungagung.

Syahri Mulyo sendiri telah divonis bersalah oleh pengadilan karena terbukti mendapatkan suap dari sejumlah dari pengusaha.

Penerimaan itu diduga dilakukan untuk memperlancar proses pembahasan APBD, mempermudah pencairan DAK, dan Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp750 juta semenjak 2014-2018.

Atas perbuatannya, Supriyono dikenakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Wacana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mantan Kepala Bappeda Jatim Dicecar KPK Terkait Prosedur Pemberian Bantuan ke Pemkab Tulungagung

Comments