Manfaat Sarapan dalam Pandangan Medis

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Manfaat Sarapan dalam Pandangan Medis

Manfaat Sarapan dalam Pandangan Medis

KEPONEWS.COM - Manfaat Sarapan dalam Pandangan Medis Mau sarapan dengan oat, silakan. Namun tambahkan buah-buahan, susu, dan telur. Sarapan dengan roti juga boleh. Namun Kamu harus menambah nilai gizinya dengan segelas susu dan buah. Menyeruput segelas...
Loading...

Mau sarapan dengan oat, silakan. Namun tambahkan buah-buahan, susu, dan telur. Sarapan dengan roti juga boleh. Namun Kamu harus menambah nilai gizinya dengan segelas susu dan buah. Menyeruput segelas teh atau kopi saja, itu tidak bisa dibilang sarapan. Dalam sehari, laki-laki butuh 1.700 sampai 2.000 kalori. Sarapan semestinya memasok sepertiga dari kebutuhan kalori harian Kamu, 500 sampai 600 kalori. Jikalau kebutuhan kalori dalam sehari 100 persen, maka sarapan menyumbang setidaknya 25 atau 30 persen, beri tahu perwakilan Instalasi Gizi Rumah Sakit YPK Mandiri Jakarta, Khairinda Hadianti, S.Gz, di Jakarta, minggu lalu.

Sarapan yang ideal terdiri karbohidrat sebanyak 50 sampai 60 persen, protein 15 sampai 20 persen, dan lemak 20 hingga 35 persen. (Depositphotos)

Sarapan yang ideal terdiri karbohidrat sebanyak 50 sampai 60 persen, protein 15 sampai 20 persen, dan lemak 20 hingga 35 persen. (Depositphotos)

Airin, demikian Khairinda disapa, memaparkan, sarapan yang ideal terdiri karbohidrat sebanyak 50 sampai 60 persen, protein 15 sampai 20 persen, dan lemak 20 hingga 35 persen. Sarapan mencegah hipoglikemia, adalah menurunnya kandungan glukosa darah secara abnormal yang ditandai dengan tubuh gemetar, keringat dingin, pusing, dan menurunnya konsentrasi. Banyak yang mengaku tak sempat sarapan lalu mengonsumsi camilan sebagai gantinya.

(Mencamil) itu bukan sarapan. Itu membesarkan risiko obesitas karena merasa makan dalam porsi sedikit. Karena merasa makan sedikit, Kamu menambah camilan. Sedikit demi sedikit, tapi sering, Airin menerangkan seraya menambahkan, Idealnya jarak makan malam dan sarapan keesokan harinya 12 sampai 13 jam. Terlalu jauh jaraknya juga enggak baik. Makanya sarapan idealnya paling lambat jam 9 pagi. Makan siang jam 12 atau 1 siang. Jarak ideal antara sarapan dan makan siang merupakan 3 jam.

(wyn / gur)

Rekomendasi


Loading...
Loading...

Comments