Lihat Konten Makanan di Medsos Picu Rasa Lapar? Ini Penjelasannya

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Lihat Konten Makanan di Medsos Picu Rasa Lapar? Ini Penjelasannya

Lihat Konten Makanan di Medsos Picu Rasa Lapar? Ini Penjelasannya

KEPONEWS.COM - Lihat Konten Makanan di Medsos Picu Rasa Lapar? Ini Penjelasannya KONTEN-konten makanan kerap kali muncul dengan sendirinya di beranda sosmed Kamu. Terlebih ketika menonton video makanan pada saat malam hari, rasanya jauh lebih menggiurkan. Konten-konten seperti men...

KONTEN-konten makanan kerap kali muncul dengan sendirinya di beranda sosmed Kamu. Terlebih ketika menonton video makanan pada saat malam hari, rasanya jauh lebih menggiurkan.

Konten-konten seperti mengulas makanan dan juga mukbang kerap kali menggugah keinginan Kamu untuk mengkonsumsi makanan secara tidak sadar. Niat hati hanya menonton untuk menghibur diri malah jadi kalap makan gara-gara menonton konten makanan.

Profesor penyakit dalam di Yale School of Medicine, dr. Mireille Serlie mengungkapkan bahwa rasa lapar yang tiba-tiba muncul usai menyaksikan konten makan ternyata dialami oleh sebagian orang lho. Konten-konten makanan yang dibungkus dalam konsep mukbang dan disertai dengan ASMR atau suara-suara yang menggiurkan ternyata memberikan efek psikologis bagi pada penontonnya.

Isyarat visual makanan menginduksi respons dopamin di area otak, kata dr. Mireille Serlie, seperti yang dilansir Healthline, Kamis (8/2/2024).

Mukbang

Terdapat sebuah studi yang menunjukkan bahwa visualisasi makanan yang tinggi lemak dan gula meningkatkan hormon dopamin yang jauh lebih tinggi kalau dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh memori dari rasa yang telah direkam di otak ketika mengkonsumsi makanan tersebut.

Sehingga hanya dengan melihat saja dapat memantik ingatan dari rasa makanan tersebut. Maka tak heran setelah menonton konten tersebut tubuh kerap kali merasa lapar serta secara tidak sadar merasa kalap saat makan atau mengalami peningkatan jumlah asupan makanan.

Intensitas respons tersebut memprediksi jumlah asupan makanan selanjutnya. Mengkonsumsi makanan tidak sehat secara berulang-ulang dapat mempengaruhi jaringan otak, sehingga menyebabkan lebih banyak nafsu makan dan asupan makanan yang lebih tinggi, jelas dr. Mireille Serlie.

Teknik psikologis seperti ini sering kali dimanfaatkan oleh brand-brand makanan untuk meningkatkan penjualan melalui iklan di sosmed. Para penontonnya jadi tergiur pada visualisasi makanan yang dilihatnya, kemudian meningkatkan keinginan untuk membeli dan memakannya.

Follow Isu Okezone di Google News

Dapatkan gosip up to date dengan semua gosip terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang dengan klik disini dan nantikan kejutan menarik lainnya

Comments