Lapor Presiden, Mendag: Bahan Pokok Tersedia, Harga Terkendali

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Lapor Presiden, Mendag: Bahan Pokok Tersedia, Harga Terkendali

Lapor Presiden, Mendag: Bahan Pokok Tersedia, Harga Terkendali

KEPONEWS.COM - Lapor Presiden, Mendag: Bahan Pokok Tersedia, Harga Terkendali JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan kondisi harga pangan jelang lebaran terkendali. Karena menurutnya, stok yang dimiliki saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan puasa...
Loading...

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan kondisi harga pangan jelang lebaran terkendali. Karena menurutnya, stok yang dimiliki saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran.

Bahkan menurut Enggar, stok dan harga pangan yang terkendali ini sudah ia laporkan kepada Presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu.

Jelang Lebaran, Kemendag Jual Sembako Murah

"Saya berharap apa yang kami lakukan sedikit banyak bisa membantu karena saya bisa sampaikan bahwa sampai dengan saat ini syukur Alhamdulillah bahan pokok tersedia dan terkendali," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Bahkan menurut Enggar, harga pangan ini akan terus turun dalam beberapa hari ke depan. Karena menurutnya, stok pangan saat ini terus bertambah atau bahkan bisa dibilang kelebihan stok pangan.

Menurut Enggar berlebihnya stok karena ada panen raya yang terjadi pada bulan April Mei. Selain itu juga stok impor beberapa komoditas pangan seperti bawang putih.

"Harga ini akan turun terus karena stoknya cukup dan berlebih," ucapnya.

Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Naik

Menurut Enggar, penurunan harga pangan dan juga tersedianya stok ini tidak terlepas juga dari para pengusaha dan juga petani. Dari sisi pengusaha dirinya mengapresiasi karena mau menjual harga pangan sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Misalnya harga beras, para pengusaha atau pedagang pasar mau mengikuti pemerintah dengan menjual beras seharga sekitar Rp9.450 per kilogram.

"Semua itu bukan kehebatan dari Kementerian Perdagangan tapi dari kita semua. Pedagang yang bisa mengendalikan dirinya untuk tidak memanfaatkan momentum Ramadan," jelasnya.

(kmj)

Loading...

Comments