Lamban Tangani Spyware WhatsApp, Facebook Dikritik

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Lamban Tangani Spyware WhatsApp, Facebook Dikritik

Lamban Tangani Spyware WhatsApp, Facebook Dikritik

KEPONEWS.COM - Lamban Tangani Spyware WhatsApp, Facebook Dikritik JAKARTA - Facebook dinilai lamban dalam menangani serangan spyware WhatsApp. Bahkan, setelah lebih dari 12 jam informasi itu beredar, Facebook belum membuat keterangan resmi terkait masalah tersebut....
Loading...

JAKARTA - Facebook dinilai lamban dalam menangani serangan spyware WhatsApp. Bahkan, setelah lebih dari 12 jam informasi itu beredar, Facebook belum membuat keterangan resmi terkait masalah tersebut. Bahkan, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak langsung mengimbau pengguna untuk memperbarui software.

Dilansir dari laman Business Insider, Rabu (15/5/2019) kabarnya Facebook telah mengetahui adanya peretasan tersebut semenjak awal Mei. Memang masuk akal kalau Facebook tengah memperbaiki kerentanan sebelum menggungkapkan hal tersebut ke publik. Facebook tampaknya belum siap untuk memberitahukan secara luas.

Kabar wacana peretasan diketahui pertama kali oleh Financial Times, beberapa hari setelah Facebook mulai meluncurkan perbaikan untuk masalah ini kepada pengguna telepon iPhone, Android, dan Windows. Pembaruan, kebetulan, tidak menyebutkan apa pun perihal keamanan.

"Sekarang lebih mudah untuk memulai panggilan grup dan panggilan video. Cukup ketuk tombol panggilan dalam grup atau pilih 'Panggilan grup baru' saat memulai panggilan baru di tab panggilan. Panggilan grup menyokong hingga 4 peserta," tulis Facebook di Android.

Facebook dikritik atas penanganan masalah WhatsApp

Pakar Keamanan Siber Sarankan Pengguna Segera Update Software WhatsApp

Hal ini mungkin mengingatkan dengan kasus Facebook terhadap pelanggaran data Cambridge Analytica, ketika CEO Mark Zuckerberg tidak terlihat selama lima hari. Untuk diketahui, peretasan WhatsApp telah menunjukan data Kamu masih rentan. Facebook pun masih lambat untuk memberitahu pengguna ketika hal-hal buruk terjadi pada data itu.

Serangan WhatsApp kabarnya dibuat oleh NSO yang merupakan perusahaan yang menciptakan produk pengawasan untuk pemerintah yang represif. Menurut Komisi Perlindungan Data Irlandia, kasus ini merupakan kerentanan keamanan yang serius.

Serangan ini juga memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada 1,5 miliar pengguna WhatsApp yang telah terkena dampak.

(ahl)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI
Loading...
Loading...

Comments