Lakukan Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pribadi yang Tak Tahu Malu

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Lakukan Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pribadi yang Tak Tahu Malu

Lakukan Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pribadi yang Tak Tahu Malu

KEPONEWS.COM - Lakukan Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pribadi yang Tak Tahu Malu Hati-hati, siapa tahu di rumah kita sendiri sedang mendidik anak menjadi pribadi yang tidak tahu malu. (Depositphotos) Ih, enggak punya malu! Mungkin kita sering berkomentar seperti itu kepada orang...
Lakukan Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pribadi yang Tak Tahu Malu

Hati-hati, siapa tahu di rumah kita sendiri sedang mendidik anak menjadi pribadi yang tidak tahu malu. (Depositphotos)

Ih, enggak punya malu!

Mungkin kita sering berkomentar seperti itu kepada orang lain atau anak orang lain yang dalam pandangan pribadi melakukan hal-hal yang memalukan. Misalnya, kepada perempuan yang cara duduknya sembarangan, berkata-kata tidak sopan, berpakaian seronok, dan lain-lain.

Hati-hati, siapa tahu di rumah kita sendiri sedang mendidik anak menjadi pribadi yang tidak tahu malu.

Dikatakan Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Psikologi Westaria, orang tua sering tanpa sadar membiasakan anak untuk tidak malu. Misalnya, ketika anak masih menyusui, ibu-ibu sering melakukannya sembarangan .

Padahal ibu bisa bilang kepada anak ketika mau menyusui mereka, seperti 'sebentar ya, kita cari dulu tempat biar enggak malu'. Akan lebih baik bila ibu memaparkan secara lebih spesifik alasannya. Misal, nanti dilihatin orang kalausembarangan, terang Anggia.

Hasilnya, walaupun anak masih berusia 5 atau 6 bulan, mereka tidak akan mau menyusu di sembarang tempat. Mereka akan terbiasa pula, misalnya, menyusu sambil ditutupi apron (atau kerudung bagi yang berhijab).

Secara perkembangan otak, malu ini merupakan perkembangan otak depan. Spiritual, bukan ritual, jelas Anggia.

Malu inilah cikal bakal kesalehan dan saleh pangkal segalanya. Ke depannya akan berhubungan erat dengan bagaimana anak berkepribadian, terkait dirinya sendiri dan juga dengan orang lain (di luar dirinya), sambung Anggia.

Rekomendasi

Comments