Kuli Bangunan yang Bikin Jenderal TNI Andika Takjub Pernah Mati Suri

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Kuli Bangunan yang Bikin Jenderal TNI Andika Takjub Pernah Mati Suri

Kuli Bangunan yang Bikin Jenderal TNI Andika Takjub Pernah Mati Suri

KEPONEWS.COM - Kuli Bangunan yang Bikin Jenderal TNI Andika Takjub Pernah Mati Suri Baru-baru ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa jadi sorotan masyarakat karena terpesona pada seorang pekerja bangunan kasar bernama Sandi Rihata. Jenderal TNI Andika perta...

Baru-baru ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa jadi sorotan masyarakat karena terpesona pada seorang pekerja bangunan kasar bernama Sandi Rihata.

Jenderal TNI Andika pertama kali terungkap takjub pada pemuda asal Cirebon, Jawa Barat itu, saat dia tiba-tiba saja menghentikan laju sepedanya dan menghampiri pemuda 26 tahun itu hanya untuk sekadar menyapanya. Saat itu Sandi bekerja bersama rekan-rekannya membenahi dinding pagar Mabes AD di Jakarta.

Jenderal TNI Andika begitu terpesona pada Sandi karena dia bekerja sangat rajin dan tekun, ditambah lagi hasil pekerjaannya bagus dan rapih. Padahal Sandi mempunyai kekurangan fisik, dia ternyata seorang penyandang disabilitas.

Tak cuma sekadar menyapa, baru-baru ini Sandi mendapat kehormatan menemani jenderal penyandang 4 bintang emas di pundak untuk makan siang di ruang kerja KSAD.

"Iya silakan duduk Mas Sandi, ini makan mie baksonya spesial nih dengan ayam, ini untuk Mas Sandi nih, oke ayo makan," ujar Kasad dilansir VIVA Militer, Senin 26 Oktober 2020 dari siaran resmi TNI AD.????

Dan dari situ ternyata tersingkap sebuah cerita yang cukup mengerikan wacana kehidupan Sandi hingga dia menyandang kelainan pada tubuhnya.

VIVA Militer: Jenderal TNI Andika saat hampiri Sandi.

Sandi menceritakan pada Jenderal Andika, bahwa cacat pada tubuhnya sudah terjadi saat dia masih bayi atau baru dilahirkan ibunya.

Menurut Sandi, sesuai cerita ibunya, dia lahir tak seperti bayi pada umumnya, karena dia lahir sebulan lebih lama. Dan ketika pertama terlahir di dunia, Sandi sempat mengalami mati suri.

'Kata orang tua saya, saat masih ngandung tuh kan sakit perutnya, terus dipijit-pijit sama dukun beranak, pas waktu umur 10 bulan saya lahir, nih badan tuh pada biru lemes, terus enggak nangis katanya mati suri," kata Sandi.

KSAD tampak serius sekali menyimak apa yang diceritakan Sandi itu. Dan lagi-lagi, Jenderal Andika mengungkapkan ketakjubannya kepada sosok Sandi, karena tak henti berjuang meski dalam kondisi tubuh tak tepat.

"Walaupun mempunyai keterbatasan fisik ia tidak pernah menyerah, dan ini ialah hal yang harus dijadikan inspirasi bagi kita semua," kata Jenderal TNI Andika.

Comments