Krisna Mukti Disebut Kurang Kerjaan Lantaran Sering Komen di Akun Gosip

Entertainment & Selebritis

Life & Style / Entertainment & Selebritis

Krisna Mukti Disebut Kurang Kerjaan Lantaran Sering Komen di Akun Gosip

Krisna Mukti Disebut Kurang Kerjaan Lantaran Sering Komen di Akun Gosip

KEPONEWS.COM - Krisna Mukti Disebut Kurang Kerjaan Lantaran Sering Komen di Akun Gosip Krisna Mukti dianggap kurang kerjaan karena sering menanggapi atau memberi komentar pada unggahan-unggahan akun gosip. Netizen pun menyoroti hal itu. Mengenai hal tersebut, Krisna Mukti buka suara. A...

Krisna Mukti dianggap kurang kerjaan karena sering menanggapi atau memberi komentar pada unggahan-unggahan akun gosip. Netizen pun menyoroti hal itu.

Mengenai hal tersebut, Krisna Mukti buka suara. Aktor yang pernah kesandung kasus penipuan itu mengatakan apa yang dilakukan hanya memberikan pendapat, seperti halnya Anggota DPR

"Yang perlu dicatat merupakan, saya mantan anggota dewan. Kita sebagai anggota dewan terbiasa memberikan pendapat kita. Saya jujur merasa terlatih untuk berkomentar seperti itu," ujar Krisna Mukti di Gedung Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Aktor dan politisi itu menyebutkan dirinya sering berkomentar mengenai isu terkait problematika sosial. Namun bukan dalam konteks artis.

Krisna Mukti (Seno/tabloidbinatng.com)

Krisna Mukti (Seno/tabloidbinatng.com)

"Saya lebih berkomentar soal ketimpangan di masyarakat dan ketidakadilan, saya jujur aja bawaanya pengen komen aja gitu. Tapi ingat, yang saya komenin bukan sesama artis, bukan seniman ya," ucap Krisna Mukti..

Tak hanya itu, karena sering berkomentar soal politik hingga ketimpangan sosial masyarakat. Krisna Mukti juga disebut-sebut sebagai buzzer pemerintah.

"Tapi mereka nganggepnya itu kayak buzzer pemerintah. Tapi saya komennya enggak keras atau gimana gitu. Saya bikin dalam bentuk sindiran-sindiran atau bercandaan aja padahal," pungkas Krisna Mukti.

(pri)

Komentar merupakan tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Comments