KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Perum Perhutani

Nasional

News / Nasional

KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Perum Perhutani

KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Perum Perhutani

KEPONEWS.COM - KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Perum Perhutani Laporan Wartawan Tribunnews, Wahyu AjiJAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (P...

Laporan Wartawan Tribunnews, Wahyu Aji

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan pupuk urea tablet di Perusahaan Umum (Perum)Perhutani Unit I Jawa Tengah, periode 2010-2011 dan 2012-2013.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, lima tersangka baru itu terdiri dari unsur pemerintah dan swasta.

"KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pupuk. Dalam pengembangan penyidikan pengadaan pupuk, KPK menemukan adanya dugaan perbuatan tindak pidana korupsi lain," kata Febri di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017).

Untuk pengadaan periode 2010-2011, ada tiga tersangka. Mereka merupakan Kepala Perhutani unit 1 Jawa Tengah pada 2010-2011 Heru Siswanto, Dirut Mandiri 2010-2011 Asep Sudrajat Sanusi, dan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah 2010-2011 Bambang Wuryanto.

Dua tersangka lainnya terjerat pengadaan periode 2012-2013. Mereka ialah Dirut PT Mandiri Persero pada 2012-2013 Librato El Arif dan Kepala Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah 2012-2013 Teguh Hadi Siswanto.

"Kelima tersangka melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyalahgunakan wewenang dan memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi pengadaan pupuk urea tablet Perum Perhutani," kata Febri.

Para tersangka pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kelimanya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 KUHP.

Febri menambahkan perkara ini merupakan pengembangan dari perkara suap yang menyeret Direktur Keuangan PT Mandiri Siti Marwa. Dia sudah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti mendapatkan fee Rp2,2 miliar terkait kesepakatan jual-beli pupuk urea dari sejumlah perusahaan rekanan PT Mandiri.

Dalam kasus tersebut, negara terindikasi mengalami kerugian sebesar Rp 10 miliar, yang diduga mengalir ke pihak individu dan korporasi

KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pupuk Perum Perhutani

Comments