KPK Periksa Bos PT Beton Perkasa Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

Nasional

News / Nasional

KPK Periksa Bos PT Beton Perkasa Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

KPK Periksa Bos PT Beton Perkasa Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

KEPONEWS.COM - KPK Periksa Bos PT Beton Perkasa Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN JAKARTA - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi atas kasus korupsi pembangunan gedung kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dua saksi itu ialah Direktur Utama PT B...
Loading...

JAKARTA - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi atas kasus korupsi pembangunan gedung kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dua saksi itu ialah Direktur Utama PT Beton Perkasa, Halim Santosa dan Direktur PT Mayang Sakti, Zaliansyah Fitriadi.

"Dua saksi diperiksa untuk terduga DJ (Dudi Jocom, mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Berita Setjen Kementerian Dalam Negeri)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada pewarta, Rabu (24/7/2019).

Untuk diketahui, KPK pada 10 Oktober 2018 telah menetapkan tiga terduga kasus korupsi dalam pembangunan dua kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

KPK Terus Usut Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

Sebelumnya, KPK juga telah memproses sangkaan korupsi pada pembangunan dua kampus IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Pada 2010, terduga Dudy Jocom melalui kenaIannya diduga menghubungi beberapa kontraktor kemudian memberitahukan akan ada proyek IPDN.

Selanjutnya dilakukan pertemuan di sebuah cafe di Jakarta. Diduga sebelum lelang dilakukan telah disepakati pembagian pekerjaan, yaitu PT Waskita Karya untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan dan PT Adhi Karya untuk proyek IPDN di Sulawesi Utara.

Diduga terkait pembagian proyek ini, Dudy Jocom dan kawan-kawan meminta 'fee' sebesar 7 persen. Pada September 2011, juara lelang ditetapkan kemudian Dudy Jocom dan kontraktor menandatangani kontrak proyek.

Pada Desember 2011, meskipun pekerjaan belum selesai, Dudy Jocom diduga meminta pembuatan isu acara serah terima pekerjaan 100 persen untuk proyek IPDN Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara agar dana dapat dIbayarkan.

Pada kasus pembangunan IPDN Sulawesi Selatan Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2011 ditetapkan dua terduga antara lain Dudy Jocom selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2011 dan Adi Wibawo sebagai Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya.

KPK Periksa Bos PT Beton Perkasa Terkait Korupsi Pembangunan Kampus IPDN

Comments