KPK Ingatkan Seluruh Kalapas di Indonesia

Nasional

News / Nasional

KPK Ingatkan Seluruh Kalapas di Indonesia

KPK Ingatkan Seluruh Kalapas di Indonesia

KEPONEWS.COM - KPK Ingatkan Seluruh Kalapas di Indonesia JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para Kalapas lain di seluruh Indonesia agar tidak meniru kasus suap yang dilakukan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen. Kemarin Kalapas Sukamis...
Loading...

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para Kalapas lain di seluruh Indonesia agar tidak meniru kasus suap yang dilakukan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Kemarin Kalapas Sukamiskin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan dijebloskan ke tahanan KPK.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya tidak segan memproses Kalapas lain apabila ada yang mengikuti jejak Kalapas Sukamiskin.

Menurutnya, Kalapas masuk kategori penyelenggara negara dan bisa diproses KPK.

"Atas kasus ini kami harap juga menjadi peringatan bagi seluruh kalapas di bawah Kementerian Hukum dan HAM agar tidak melakukan hal yang sama karena petugas permasyarakatan termasuk kategori penyelenggara negara yang dapat ditangani oleh KPK," terang Febri, Minggu (21/7/2018).

Video Kamar Sel Lapas Sukamiskin yang Mempunyai Fasilitas Mewah bagaikan Hotel Berbintang

Febri menambahkan komitmen pemerintah dan semua pihak terhadap pemberantasan korupsi dipandang lembaganya sulit terwujud bila korupsi masih terjadi secara masif di lapas.

Lebih lanjut atas komitmen Dirjen Lapas yang akan melakukan pembenahan secara serius, KPK kata Febri, menyambut baik hal tersebut sepanjang dilakukan secara sungguh-sungguh dan terus menerus.

Diketahui sebelumnya, KPK telah mengungkap tarif kamar berfasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dengan biaya Rp 200-500 juta.

Dengan memberikan sejumlah uang sesuai tarif yang ditetapkan, para tahanan bisa mempunyai fasilitas mewah adalah pendingin ruangan (AC), dispenser, televisi, kulkas, telepon seluler hingga mendapatkan jam besuk lebih lama dibandingkan narapidana lain.

Di perkara ini, Kapalas Sukamiskin, Wahid diduga mendapatkan suap berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin semenjak Maret 2018 berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa yang seharusnya tidak diberikan kepada napi.

Fahmi Darmawansyah, napi korupsi dikasus ini juga menjadi terduga karena memberikan suap pada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di kamar tahanannya.

Bahkan Fahmi yang juga suami Inneke Koesherawati ini juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar masuk Lapas Sukamiskin.

Penerimaan itu diduga diperantarai oleh orang dekat Wahid dan Fahmi adalah Andri Rahmat (narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi) dan Hendri Saputra (PNS Lapas sukamiskin)

Loading...
KPK Ingatkan Seluruh Kalapas di Indonesia

Comments