Kota di Yunan, Tiongkok Membangun Food Court untuk Gajah Asia yang Bermigrasi di Masa Depan

Unik

Ragam / Unik

Kota di Yunan, Tiongkok Membangun    Food Court    untuk Gajah Asia yang Bermigrasi di Masa Depan

Kota di Yunan, Tiongkok Membangun Food Court untuk Gajah Asia yang Bermigrasi di Masa Depan

KEPONEWS.COM - Kota di Yunan, Tiongkok Membangun Food Court untuk Gajah Asia yang Bermigrasi di Masa Depan Pejabat di Tiongkok barat daya pada Selasa (7/9 ) lalu meluncurkan sebuah food court untuk migrasi gajah setelah kawanan gajah tertangkap sedang menyusuri sepanjang jalan dan menyebabkan keka...

Pejabat di Tiongkok barat daya pada Selasa (7/9 ) lalu meluncurkan sebuah food court untuk migrasi gajah setelah kawanan gajah tertangkap sedang menyusuri sepanjang jalan dan menyebabkan kekacauan di kota-kota sepanjang rute mereka pada musim panas ini.

The Global Times melaporkan bahwa gagasan untuk membangun pangkalan makanan seluas 670.000 meter persegi di dekat Jinghong, di Provinsi Yunnan, muncul setelah kawanan 15 gajah awalnya 17 gajah meninggalkan tempat asli mereka awal tahun ini dan mencapai pinggiran ibukota Provinsi Kunming pada bulan Juni setelah perjalanan 500 km.

Daerah ini dipenuhi dengan makanan yang biasanya dinikmati gajah, seperti 38.000 pohon pisang dan kolam air asin sehingga hewan bisa mendapatkan mineral yang mereka butuhkan sebagai bagian dari makanan mereka.

Proyek ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas tempat asal gajah Asia, memperkaya sumber makanan mereka dan memberi mereka lebih banyak makanan, kata Cha Wei, seorang pejabat dari biro kehutanan dan padang rumput Jinghong, kepada China Daily.

Setelah proyek selesai, gajah akan bisa makan di pangkalan mereka. Ini bisa menghentikan mereka mencari makan di desa dan merusak tanaman petani, katanya.

Pangkalan tersebut tersebar di tiga kotapraja berbeda di Yunnan. Adapun kawanan pengembara, 15 gajah saat ini sedang dipandu kembali ke sangkar mereka.

Bulan lalu, mereka dibantu menyeberangi Sungai Yuanjiang di Yunnan dan jalan telah dibuka untuk mereka saat mereka melakukan perjalanan terakhir ke cagar alam.

Seekor gajah terpisah saat kawanannya melakukan perjalanan ke utara dan sudah diciduk dan dikembalikan ke tempat asli aslinya di Cagar Alam Mengyangzi, di Prefektur Otonomi Xishuangbanna Dai, di ujung barat daya Provinsi Yunnan.

Tidak jelas apa yang terjadi pada 17 anggota asli lainnya karena laporan media lokal sering menghitung ukuran kawanan dari mana saja antara 14 hingga 17 individu pada banyak sekali waktu.

Sosmed dan arus utama Tiongkok terpikat oleh gajah saat mereka berkeliaran di seluruh provinsi, dan rekaman drone dan ponsel pintar menyebar dengan cepat secara online, seperti ketika mereka difilmkan berbaring dan tidur siang.

Gajah Asia terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam. Mereka mempunyai status perlindungan kelas satu di Tiongkok. Daerah sekitar Jinghong merupakan rumah bagi sekitar 185 gajah yang makan sekitar 200 kg makanan setiap hari. (lidya/yn)

Sumber: Asiaone

Comments