Klaim Laut Indonesia Telah Makmur, Susi Pudjiastuti: Negara Kita Menjadi Pemasok Tuna Terbesar

Nasional

News / Nasional

Klaim Laut Indonesia Telah Makmur, Susi Pudjiastuti: Negara Kita Menjadi Pemasok Tuna Terbesar

Klaim Laut Indonesia Telah Makmur, Susi Pudjiastuti: Negara Kita Menjadi Pemasok Tuna Terbesar

KEPONEWS.COM - Klaim Laut Indonesia Telah Makmur, Susi Pudjiastuti: Negara Kita Menjadi Pemasok Tuna Terbesar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah menjadi pemasok ikan tuna terbesar di dunia. Ketegasan pihak berwenang di lautan Indonesia menjadi gambaran...
Loading...

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengklaim bahwa saat ini Indonesia sudah menjadi pemasok ikan tuna terbesar di dunia.

Ketegasan pihak berwenang di lautan Indonesia menjadi gambaran betapa serius negeri ini menjaga kekayaan alamnya.

Jikalau ada kapal asing pencuri ikan atau penyelundup langsung di sikat oleh pihak berwajib Indonesia.

Kini setiap negara akan berpikir ulang untuk berani coba-coba masuk ke teritori laut Indonesia tanpa izin.

Viral Menteri Susi Pudjiastuti Dipuji Leonardo Dicaprio: Pemimpin Berani & Inovatif Diharapkan Dunia

Viral, Sampah Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun, Menteri Susi Pudjiastuti Angkat Bicara

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan wacana label dari dunia bahwa Indonesia kini menjadi pemasok tuna terbesar di dunia.

Menurutu menteri yang kerap bergaya nyentrik ini, hal ini disebabkan kini sudah tidak ada lagi kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia.

"Akhirnya setelah empat setengah tahun, 488 kapal sudah ditenggelamkan. Itu membuktikan negara bisa melakukan," ujar Susi dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4/2019).

Menurut Susi, aksi illegal fishing atau pencurian ikan di laut Indonesia oleh kapal-kapal asing telah menyebabkan nelayan Indonesia kehilangan mata pencahariannya.

Susi Pudjiastuti Mengaku Tetap Cinta Laut Meski Nanti Tidak Jadi Menteri Lagi

Susi Pudjiastuti Sindir Elit yang Tak Setuju Kapal Asing Ilegal Ditenggelamkan

Illegal fishing juga menyebabkan rumah tangga nelayan turun hampir 50 persen lebih. Tadinya 1.600.000 kepala rumah tangga. Waktu tahun 2014 tinggal 800.000 saja," kata Susi.

Bukan hanya nelayan, pencurian ikan juga membuat pengusaha dalam negeri gulung tikar karena stok ikan tidak cukup untuk diekspor.

Kata Susi, setidaknya ada 115 eksportir tutup karena hal tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti (INSTAGRAM)

Bahkan menurutnya, dari sensus yang dilakukan pemerintah, stok ikan Indonesia di tahun 2014 hanya tinggal 6,5 ton saja.

Bekunjung ke Banyuwangi, Bu Susi Pudjiastuti Apresiasi Pengolahan Sampah Pelabuhan Muncar

Reaksi Cucu Menteri Susi Pudjiastuti Saat Temukan Sampah Plastik di Laut : Hayo Siapa Hayo?

Namun, setelah aksi pemberantasan illegal fishing yang intensif dilakukannya, telah berbuah manis. Tiga minggu lalu dunia kasih label sebagai supplier besar tuna dunia ialah Indonesia," ucap dia.

Selama ini, lanjutnya, Indonesia tidak pernah masuk dalam negara eksportir terbesar di dunia.

Namun, saat ini Indonesia justru melesat menjadi raksasa penyuplai ikan tuna terbesar di dunia.

"Dulu tidak ada nama Indonesia. Tapi kita bisa. Sekarang nelayan dengan mudah mancing dapat tuna, realita tidak terbantahkan. Kita pemasok terbesar," ujar dia.

Sandiaga Uno Janji Izinkan Nelayan Lamongan Tangkap Ikan dengan Cantrang, Susi Pudjiastuti : Kasihan

Sudah Move On, Luna Maya Raih Penghargaan 99 Inspiring Women dengan Menteri Susi Pudjiastuti

Selain tuna, Indonesia pun menjadi eksportir kepiting laut nomor satu ke Amerika Serikat.

Capaian-capaian ini menjadikan neraca perdagangan perikanan Indonesia ada di urutan nomor satu di Asia Tenggara.

Susi pun meminta masyarakat agar bersama-sama memelihara laut Indonesia, sehingga kekayaan alam yang melimpah ini dapat terjaga dengan baik.

(GridHot.id/Akhdi Martin Pratama)

Berita ini telah tayang di GridHot.id dengan judul 488 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan Bu Susi dalam Kurun Waktu 4,5 Tahun, Kini Laut Indonesia Makmur

Comments