Kisah Sutopo Purwo Nugroho Ikhlas Sakit Kanker Paru-Paru Akibat Asap Rokok

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Kisah Sutopo Purwo Nugroho Ikhlas Sakit Kanker Paru-Paru Akibat Asap Rokok

Kisah Sutopo Purwo Nugroho Ikhlas Sakit Kanker Paru-Paru Akibat Asap Rokok

KEPONEWS.COM - Kisah Sutopo Purwo Nugroho Ikhlas Sakit Kanker Paru-Paru Akibat Asap Rokok Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho menjadi catatan penting seluruh orang, khususnya mereka yang merokok. Pasalnya, asap rokok yang dihasilkan perokok terbukti berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarn...
Loading...

Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho menjadi catatan penting seluruh orang, khususnya mereka yang merokok. Pasalnya, asap rokok yang dihasilkan perokok terbukti berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarnya.

Itu juga yang dialami Sutopo Purwo Nugroho. Pria satu ini mengidap kanker paru-paru stadium 4B karena asap rokok di lingkungan kerjanya. Ya, Sutopo ialah perokok pasif dan dia mesti menanggung derita dari ulah perokok yang ada di sekitarnya.

Kalau kita mengulang kembali sejarah Sutopo bekerja sebagai Kepala Pusat Data Berita dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dia sepertinya tak pernah menyesali apa yang terjadi pada dirinya. Bahkan, dia menjadi inspirasi penyintas kanker untuk mau tetap semangat menjalani hidup.

Ya, Sutopo bisa dikatakan tulus mendapatkan penyakit yang akhirnya juga menyebabkan dirinya meninggal. Sutopo kini telah beristirahat tenang bersama Sang Pencipta.

Bahkan, kita semua tahu peristiwa di mana Sutopo bekerja pasca dirinya diinfus. Momen itu menjadi hal yang cukup diingat masyarakat mengenai sosok Sutopo. Sosok abdi negara yang benar-benar mengabdi pada bangsa ini sekalipun tubuhnya sedang sakit.

Usaha Sutopo melawan kanker paru-paru

Beberapa waktu lalu, sebelum kepergian untuk selama-lamanya, Sutopo sempat membuatkan pengalaman dia melawan kanker di tubuhnya. Dalam keterangannya, dia mengaku sangat kesakitan di sekujur tubuh. Untung ada sang ibu yang selalu di sampingnya. Itu kekuatan dia.

"Sakit kanker yang sudah metastasis ke tulang itu rasanya luar biasa. Nyeri terus-menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit. Alhamdulillah ibuku masih sehat. Setia merawatku. Tanpa kenal lelah memijit sendi-sendi yang sakit. Meski selesai dipijit langsung sakit lagi. Mendoakankanku tanpa kenal lelah agar anaknya sembuh dari penderitaan sakit yang terus mendera anaknya. Doa ibu semoga di ijabah Allah YMK," tulisnya.

Sutopo dikerok

Postingan ini membuat sendu sosmed. Usaha Sutopo melawan kanker paru-paru membuat netizen sedih sekaligus kagum dengan sosok pria yang satu ini.

Terlebih, kita tahu bersama kalau Sutopo tetap bertugas sekali pun sedang sakit. Dia bahkan pernah memberikan berita bencana alam dengan kondisi pasca tangannya diinfus. Begitulah totalitas Sutopo pada bangsa, dia rela mengorbankan hidupnya untuk masyarakat Indonesia.

Terkait dengan penyakit kanker paru-parunya, Sutopo bisa dikatakan telah nrimo mendapatkannya. Dia bahkan tak malu memberi tahu penyakitnya itu di sosial media.

sutopo tweet

Dalam bio akun Twitter-nya, Sutopo menyantumkan status penyakitnya, yaitu kanker paru-paru stadium 4. "Penyintas kanker paru-paru stadium 4," tulisnya di sana.

Perlu Kamu ketahui, Sutopo mengetahui kalau di dalam tubuhnya ada kanker semenjak awal 2018. Dia sadar kalau tubuhnya tak sehat, tapi tak sedikit pun dia menunjukkan kondisi tersebut saat berada di depan masyarakat. Ya, sesekali dia curhat di sosmed. Minta doa juga.

Usaha Sutopo melawan kanker pun dia selalu bagikan di media sosialnya. Upaya itu juga dilakukan untuk membagikan berita terkait penyakitnya yang mungkin di luar sana ada yang punya kondisi sama. Dia tetap memikirkan orang lain dalam kondisi terlemahnya.

Penyebab kanker paru-paru Sutopo

Ketika Kamu mendengar kalimat 'Kanker Paru-Paru' mungkin yang ada di benak Kamu ialah efek merokok jangka panjang. Tapi, tidak untuk Sutopo. Dia tidak merokok dan pola makannya pun diakui cukup benar.

Lantas, dari mana datangnya penyakit kanker paru-paru yang saat pertama kali dicek sudah stadium 4?

Sutopo ternyata menjadi korban asap rokok. Ya, dia merupakan perokok pasif atau mereka yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok secara aktif terus-menerus. Kondisi seperti ini yang kemudian membuat sel kanker berkembang di paru-parunya.

Sutopo kenangan

Paparan gas radon ternyata menjadi sumber masalah lain. Radon diproduksi dari pemecahan alami uranium di tanah, batu, dan air yang akhirnya menjadi bagian dari udara yang Kamu hirup. Tingkat radon yang tidak aman dapat terakumulasi di setiap bangunan, termasuk rumah.

Radon naik dari tanah, memasuki bangunan atau rumah melalui retakan kecil. Gas radon bisa menjadi penyebab utama kanker paru pada orang yang tidak merokok.

Selain itu, risiko terkena kanker paru-paru lebih tinggi jikalau Kamu terpapar zat beracun, seperti asbestos atau knalpot diesel di tempat kerja. Faktor risiko lain merupakan riwayat keluarga dan riwayat pribadi, terutama jikalau Kamu seorang perokok.

Sutopo, usaha dan dedikasi Kamu pada bangsa tidak akan pernah terlupa. Selamat Jalan Sutopo Purwo Nugroho. Jasamu akan selalu dikenang.

Pesan Sutopo untuk perokok

Dalam sebuah video yang dibagikan iNews, di sana dijelaskan kalau dirinya bekerja di lingkungan banyak perokok. Kondisi itu terus dia alami hingga muncul gejala aneh di tubuhnya.

Ya, Sutopo memaparkan kalau dirinya sering batuk kemudian sakit atau nyeri pada tulang. Kondisi itu dia alami semenjak lama tapi tak digubris sebagai sesuatu yang mesti diperhatikan.

Namun, suatu ketika Sutopo pergi ke rumah sakit, ke dokter paru. Sang dokter memintanya untuk rontgen dan CT Scan. Setelah pemeriksaan itu dilakukan, dokter akhirnya mendiagnosa Sutopo mengidap kanker paru stadium 4.

"Tentu saya shock! Pertama saat dikasih tahu, ya, nangis semuanya. Alasannya adalah, semua tahu kalau kanker tidak ada obatnya. Saya bukan perokok, pun keluarga saya. Saya juga hidup sehat. Ya, salah satu kemungkinan karena saya perokok pasif," katanya di video tersebut.

Dengan apa yang dialami, Sutopo pun berpesan, khususnya pada generasi muda dan anak-anak, jangan merokok! Persepsi merokok itu gagah salah besar. Iklan rokok yang Kamu lihat pun bagi Sutopo menyesatkan.

"Stop merokok! Ingat, bukan Kamu, tapi untuk keluarga Kamu. Istri Kamu, suami Kamu, anak-anak Kamu, dan sebagainya," tambah Sutopo semasa hidup.

Kini, Sutopo hanya tinggal kenangan. Jasanya akan selalu dikenang dan sosoknya akan tetap menjadi inspirasi buat banyak orang. Selamat jalan, Sutopo.

Loading...

Comments