Kisah sukses resto tempat syuting AADC 2 yang nggak kamu sangka

Inspirasi

Ragam / Inspirasi

Kisah sukses resto tempat syuting AADC 2 yang nggak kamu sangka

Kisah sukses resto tempat syuting AADC 2 yang nggak kamu sangka

KEPONEWS.COM - Kisah sukses resto tempat syuting AADC 2 yang nggak kamu sangka Tak hanya menjadi sosmed untuk menyebarkan cerita, Instagram kini juga menjadi media untuk menemukan minat dan menjalankan usaha. Ya, Instagram kini menjadi platform favorit bagi para pelaku usaha di...

Tak hanya menjadi sosmed untuk menyebarkan cerita, Instagram kini juga menjadi media untuk menemukan minat dan menjalankan usaha. Ya, Instagram kini menjadi platform favorit bagi para pelaku usaha di banyak sekali bidang. Ketatnya persaingan usaha menuntut para pelaku usaha untuk meningkatnya kreativitas mereka guna mencari perhatian konsumen.

Salah satunya dengan memanfaatkan Instagram sebagai media promosi untuk mengenalkan produk-produk mereka kepada calon konsumen. Menyadari hal tersebut, Instagram menyediakan banyak sekali macam fasilitas membuatkan seperti foto, video, hingga Instagram Stories.

Pemilik usaha kecil dan menengah di Jogja misalnya, sebagian dari mereka memanfaatkan kehadiran Instagram untuk menunjang kesuksesan usaha. Hal tersebut membuat Instagram mengadakan acara Media Trip bertajuk 'Peran Instagram Terhadap Usaha di Jogja' yang diadakan selama dua hari, dari tanggal 25-26 Juli 2018.

Acara tersebut bertujuan untuk membagikan kisah sukses para pebisnis dalam membangun keberadaan brand mereka dan bagaimana mereka membangun interaksi secara otentik dengan para konsumen.

"Harapan kami melalui Instagram, para pebisnis dapat terus menuturkan kisah brand mereka dan terhubung dengan lebih banyak lagi pengguna secara global," tutur perwakilan Instagram dikutip dari press release.

Peran Instagram dalam usaha LOKaL Hotel & Restaurant

LOKAL Hotel & Restaurant menjadi salah satu tempat dari enam usaha yang dikunjungi Instagram dalam media trip, Rabu (25/7). Hotel & restaurant milik Gempa Muryono ini menjadi salah satu usaha yang memanfaatkan Instagram sebagai media promosi mereka.

Penggunaan Instagram sebagai media promosi bagi LOKAL begitu dioptimalkan oleh Gempa. Selain bertindak sebagai owner, pria berjenggot ini juga terjun langsung dalam pengoperasikan official akun LOKAL Hotel & Restaurant di Instagram.

Nggak asal memposting foto, pemilik yang akrab disapa Gege ini memperhatikan betul teknis foto yang ia unggah di Instagram agar bisa menarik perhatian konsumen, dan berusaha untuk tidak membuat mereka kecewa ketika datang ke LOKAL.

"Tone feed kita buat konsisten. Kita juga menghadirkan foto Instagram yang dibuat real sesuai aslinya. Jadi yang datang nggak merasa kecewa, karena apa yang mereka lihat sesuai ekspetasi," ujar pria berusia 34 tahun tersebut.

LOKAL kini memang menjadi salah satu tempat hits di Jogja setelah menjadi lokasi syuting Ada Apa Dengan Cinta? 2 pada 2017 lalu. Tak bisa dipungkiri, hal tersebut turut mengangkat pamor LOKAL hingga dikenal seluruh Indonesia dan menjadi destinasi wajib para wisatawan.

Sebelum muncul di film besutan Riri Riza dan Mira Lesmana tersebut, restaurant yang berdiri pada 2014 lalu tersebut lebih dulu dikenal para pengguna Instagram setelah fotografer ternama, Diera Bachir mengunggah fotonya saat berada di LOKAL.

Postingan Diera Bachir tersebut membuat jumlah followers Instagram Lokal meningkat dari 200an followers hingga 2 ribu followers dalam sehari. "Diera Bachir jadi rekor pertama kita. Dilipat gandakan ketika AADC, jadi AADC itu punya efek yang sangat sangat signifikan," ungkap Gege.

Untuk menjaga engagement dengan para pengguna Instagram, tak bisa duduk sebagai owner yang mengontrol jalannya LOKAL, Gege yang bertindak sebagai admin meluangkan waktu untuk membalas komentar dan direct message dari para followers.

Selain itu, LOKAL juga menghadirkan konten-konten yang inspiratif dan kreatif untuk memaksimalkan pendekatan memaksimalkan pendekatan personal lebih banyak pengguna Instagram. Salah satunya dengan menghadirkan give away yang berhadiah merchandise dari LOKAL, serta membuat playlist mingguan yang berisi lagu-lagu pilihan LOKAL dari banyak sekali genre.

Pemilihan playlist tersebut juga bertujuan untuk menghubungkan LOKAL dengan para konsumen yang membuat mereka bisa mengingat resto yang beralamat di Gg. Jembatan Merah No.104C, Soropadan, Condongcatur, Jogja ini lewat lagu.

"Jadi kita mau orang yang datang ke sini mereka tahu, 'oh lagu si Fariz RM ini pernah aku dengerin di LOKAL," ungkap Gege.

Pemilihan tone dan foto yang diunggah melalui Instagram ternyata bisa menarik perhatian konsumen yang dibuat penasaran dengan wujud asli LOKAL yang memang nggak berbeda jauh dengan apa yang diperlihatkan di Instagram.

Melibatkan UKM-UKM lokal dalam pembangunan LOKAL

Berdiri semenjak Februari 2014, LOKAL berkomitmen untuk membangun hubungan dengan masyarakat dan para UKM-UKM lokal yang dilibatkan dalam proses pembangunan LOKAL. Dari mulai perlengkapan makan, interior hingga media promosi.

Kandura Keramik menjadi UKM lokal yang secara langsung membuat peralatan makan bagi LOKAL. Perlengkapan interior pun seperti meja, kursi, keramik dan lain-lain juga dirancang dan dibangun oleh MISC Indonesia, memakai workshop lokal dan bahan-bahan ramah lingkungan.

Nggak sampai di situ, sistem iOS POS-nya juga dikembangkan oleh developer lokal asal Jogja, bernama Ontel Studio dan GUI Design dari Bitcribs Indonesia. LOKAL bahkan melibatkan para movie maker di Jogja untuk membuat video klip bersama Tara Basro sebagai bentuk personifikasi LOKAL yang lain.

"Karena namanya LOKAL, jadi agak-agak berat di brand. Sebisa mungkin idealis memakai lokal. Jadi kreator-kreatornya melibatkan lokal," ucap Gege.

Gege juga menggandeng para mahasiswa ISI Jogja untuk membuat mural-mural yang menghiasi dinding LOKAL hotel dan Resto, salah satunya ialah ikon ikonik bertuliskan 'JOGJKARTA' dengan background warna-warni yang menjadi spot foto wajib pengunjung ini.

Bagi Gege, penting untuk para pelaku UKM dalam melibatkan masyarakat sekitar dengan menganggap UKM-UKM lokal sebagai 'batch pilot'. "Mereka merasa dilibatkan. Masyarakat akan lebih terbuka. Ketika masyarakat terbuka dengan modernisasi tidak ada lagi sensi-sensi," tambah Gege.

Munculnya LOKAL juga membuat persaingan usaha dibidang masakan juga semakin ketat. Di Jogja sendiri, kini sudah mulai banyak ditemui resto dan cafe yang mempunyai interior Instagramable yang nggak kalah hits.

LOKAL menyadari betul akan adanya persaingan tersebut, namun bagi Gege mempertahankan keberadaan usaha nggak hanya soal tempat tapi juga membangun hubungan baik dengan para konsumennya.

"Yang bisa kita lakukan memperkuat human to human relation. Hubungan kita dengan konsumen," pungkas Gege.

(guf)


Loading...

Comments