Kisah Perjuangan 2 Wanita Indonesia Berdiri di Puncak Everest

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Kisah Perjuangan 2 Wanita Indonesia Berdiri di Puncak Everest

Kisah Perjuangan 2 Wanita Indonesia Berdiri di Puncak Everest

KEPONEWS.COM - Kisah Perjuangan 2 Wanita Indonesia Berdiri di Puncak Everest Jakarta - Bendera Indonesia telah ditancapkan di 7 puncak dunia. Kembali dari Everest, inilah cerita 2 wanita pemberani, Dimistri dan Mathilda.Dimistri Inkiriwang dan Mathilda Dwi, berhasil menancapka...
Loading...

Jakarta - Bendera Indonesia telah ditancapkan di 7 puncak dunia. Kembali dari Everest, inilah cerita 2 wanita pemberani, Dimistri dan Mathilda.

Dimistri Inkiriwang dan Mathilda Dwi, berhasil menancapkan merah putih di 7 benua. Menjadi wanita Indonesia pertama yang membawa bendera merah putih.

Menjadi bagian dari tim The Women of Indonesia's Seven Summit Expedition Mahitala Unpar (Wissemu), Deedee dan Mathilda pun menceritakan pengalamannya.

"Rasanya agak sulit digambarkan. Bisa punya kesempatan bawa bendera merah putih, dan ini genap 7 puncak dunia," ujar Deedee.

Saat mendaki, cuaca yang didapat sangat cerah. Ini merupakan kesempatan bagus untuk Deedee dan Mathilda. Walau jatuh bangun, mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan semangat.

"Waktu jalan ke summit ada satu mayat, itu reminder buat kita buat tetap awas," cerita Deedee.

Namun hal ini menjadi dorongan buat Deedee dan Mathilda untuk sampai puncak.

"Cuaca di summit cerah banget, dan itu doa dari semua yang ada di sini. Kita jadi semangat. Terima kasih," ungkap Mathilda.

Lalu apa kata keluarga?

"Keluarga deg-degan terus selama 4 tahun anaknya pergi terus. Terima kasih kepada Unpar dan Mahitala yang mendukung nggak cuma akademisi," tutur Deedee.

2 Srikandi ini pun memberi semangat kepada muda-muda Indonesia lainnya. Mereka berharap ada muda-muda lainnya yang bisa membanggakan Indonesia.

"Kita pengen ada yg lebih dari kita dan tetep semangat pantang mundur," tutur Mathilda. (bnl/wsw)

Kisah Perjuangan 2 Wanita Indonesia Berdiri di Puncak Everest
Loading...

Comments