Kisah meninggalnya bayi imut karena kesalahan rumah sakit, sedih

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Kisah meninggalnya bayi imut karena kesalahan rumah sakit, sedih

Bila kamu telah memiliki anak, kamu akan sangat tahu betapa besarnya rasa cinta yang dimiliki orangtua terhadap buah hati mereka dan betapa sedihnya ketika sesuatu terjadi pada salah satu anak mereka. Sama halnya yang dialami oleh seorang ayah bernama Desmond Neo. Ia membagikan kisah tragis yang dialami bayi perempuannya di sebuah rumah sakit di Malaysia.

Kisah tragis ini berawal ketika Joel Neo, anak perempuannya yang baru berusia 11 bulan, mengalami demam tinggi dengan suhu melonjak hingga 39 derajat Celcius pada 24 April. Merasa khawatir, Desmond pun memutuskan untuk melarikan putrinya tersebut ke sebuah rumah sakit di Batu Pahat untuk mendapatkan pengobatan.

Namun, setelah diperiksa, pihak RS menegaskan bahwa itu merupakan demam biasa, dan pengobatan pun diberikan kepada Joel Neo. Mimpi buruk pun dimulai. Empat jam setelah diberikan obat, bibir Joel Neo berubah warna menjadi ungu sementara anggota tubuhnya mulai berubah menjadi hitam.

Desmond pun menghubungi dokter, namun dokter mengatakan bahwa kondisi putrinya normal dan merupakan gejala demam biasa. Meski terkejut dengan penjelasan dokter, Desmond masih berpikir positif.

Dokter tersebut akhirnya memberikan lagi obat untuk Joel Neo pada pukul 17.30 waktu setempat, hanya 7 jam selang dosis pertama dan mengatakan itu merupakan dosis kuat.

"Setelah diberikan obat, anak saya tidur nyenyak. Namun tidurnya terlalu lama menurut saya. Karena putri saya tidak begitu suka tidur lama seperti itu. Saya bertanya kepada dokter dan dokter mengatakan itu karena efek obat. Saya ingin memindahkan anak saya ke rumah sakit lain, namun sudah larut dan tindakan hanya bisa dilakukan keesokan paginya," ujar Desmond seperti dikutip dari worldofbuzz.

Pada pukul 01.00 waktu setempat tanggal 25 April, demam putrinya tiba-tiba melonjak ke angka 40 derajat Celcius dan Desmond meminta bantuan perawat. Perawat memberikan putrinya lebih banyak obat lagi, dan bahkan menolak untuk memanggilkan dokter.

Padahal, Desmond memohon kepada perawat tersebut untuk minta dokter yang menangani. Mirisnya, si perawat malah beralasan untuk memanggil dokter diharapkan biaya tambahan 150 Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 468 ribu.

Kondisi Joel semakin memburuk, suhunya mencapai 41,4 derajat Celcius dan tinjanya cair. Barulah perawat tersebut memanggil dokter di instalasi gawat darurat namun sang dokter tak segera datang danmalah menyarankan pihak keluarga mengompres Joel menggunakan air dingin untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Dokter juga menyarankan, "Dinginkan suhu AC dengan maksimal, biar tubuhnya terekspose udara dingin. Saya menjamin demamnya bakal mereda."

Desmond berulang kali meminta perawat untuk memanggil dokter, tapi dia menolak untuk melakukannya.

Sekitar pukul 06.00 waktu setempat, Desmond terkejut ketika Joel kecil mulai muntah mengeluarkan cairan berwarna gelap, diikuti oleh beberapa cairan berwarna kemerahan yang diyakini ialah darah.

Ketika itu, dokter baru datang dan mengirim Joel ke bangsal instalasi rawat intensif (ICU). Siapa sangka, dokter tersebut malah marah ke Desmond.

"Maaf, Bapak Neo, rumah sakit kami tidak memiliki cukup tenaga kerja atau peralatan untuk mengobati putri Anda. Apakah Anda keberatan memindahkan anak Anda ke rumah sakit lain," ujar dokter.

Sayangnya, tidak ada akhir yang membahagiakan dari kisah tragis ini karena 11 hari setelah peristiwa itu, Joel meninggal di sebuah rumah sakit pemerintah.

Desmond merasa sangat kecewa karena pihak rumah sakit telah menghindar dari kesalahan dan tanggung jawabnya.

"Saya membagikan goresan pena ini untuk memperingatkan orangtua lain untuk tidak membawa anak-anak mereka ke (rumah sakit) ini, bila mereka tidak ingin mengalami peristiwa yang tragis sama seperti saya," tulis Desmond.

(brl/swh)


Comments