Kisah Mas Mono, Mantan Office Boy Jadi Pengusaha Ayam Bakar hingga Punya Travel

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kisah Mas Mono, Mantan Office Boy Jadi Pengusaha Ayam Bakar hingga Punya Travel

Kisah Mas Mono, Mantan Office Boy Jadi Pengusaha Ayam Bakar hingga Punya Travel

KEPONEWS.COM - Kisah Mas Mono, Mantan Office Boy Jadi Pengusaha Ayam Bakar hingga Punya Travel JAKARTA - A.Pramono atau Mas Mono membuatkan kisah saat dirinya merintis usaha ayam bakar Mas Mono. Awalnya, pria kelahiran Madiun tersebut membuka usaha ayam goreng di seberang Universitas Sahid, S...

JAKARTA - A.Pramono atau Mas Mono membuatkan kisah saat dirinya merintis usaha ayam bakar Mas Mono. Awalnya, pria kelahiran Madiun tersebut membuka usaha ayam goreng di seberang Universitas Sahid, Saharjo, Jakarta Selatan.

Dari 5 ekor meningkat menjadi 10 ekor, begitu seterusnya hingga bisa menjual ayam bakar 80 ekor perhari atau sekitar 380 potong.

Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur, katanya, Rabu (20/7/2021).

Raup Cuan, Kisah Wanita Pakistan Jual 700 Hewan Kurban Secara Online

Dirinya mengaku mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, setelah sebelumnya bekerja sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan dengan nama Ayam Bakar Mas Mono.

Ada pengalaman unik, kata Mas Mono. Ketika pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.

Ayam Bakar Mas Mono

Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam mungkin tanda sepi, kena sial karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh. Saya justru berpikir lain. Mengambarkan bagus, dagangan saya bakal laku, ujarnya.

Kerajinan dari Tulang Ikan, Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Setelah hampir 10 tahun berlalu, akhirnya sukses pun menghampiri. Dari satu cabang yang didirikannya kini sudah beranak pinak menjadi 20 cabang yang tersebar di banyak sekali wilayah di Jadetabek seperti Kalimalang, Pondok Gede, Ciledug dan daerah lainnya.

Diakuinya, satu hari di setiap cabangnya bisa menghabiskan sekitar 150-200 ekor ayam.

Tempatnya sudah dtata menjadi tradisional-modern. Bahkan, ia bercita-cita ingin menjadikan ayam bakar ini sebagai market leader di dunia masakan.

Comments