Kisah-Kisah Unik di Balik 7 Desain Batik Terkenal Indonesia

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Kisah-Kisah Unik di Balik 7 Desain Batik Terkenal Indonesia

Kisah-Kisah Unik di Balik 7 Desain Batik Terkenal Indonesia

KEPONEWS.COM - Kisah-Kisah Unik di Balik 7 Desain Batik Terkenal Indonesia BATIK merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia dan sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Batik telah terkenal diseluruh dunia lewat aneka pakaian dan banyak seka...

BATIK merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia dan sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Batik telah terkenal diseluruh dunia lewat aneka pakaian dan banyak sekali kerajinan tangan seperti, tas hingga gelang kayu bermotifkan batik.

Batik secara etimologi berasal dari kata membatik. Berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa adalah amba yang artinya luas dan istilah matik yang berarti pembuatan titik-titik.

: Kampung-Kampung Batik di Indonesia

Jadi, batik ialah tekstil yang memakai lilin dan pewarna untuk membuat titik-titik yang tersusun luas dalam pola dan desain yang menakjubkan. Tiap daerah di Indonesia mempunyai motif dan jenis batik sendiri. Uniknya, di balik motif-motif itu terkandung cerita dan filosofi.

Melansir dari Indonesia.Travel, Senin (22/11/2020), berikut cerita di balik 7 desain batik terpopuler di Indonesia :

1. Kawung: Pola Pohon Pinang

Dikembangkan pada abad ke-18, pada masa Kesultanan Yogyakarta, kawung dianggap sebagai favorit di kalangan keluarga kerajaan Kesultanan. Pola geometrisnya mewakili buah pohon aren. Dalam bahasa Indonesia, buah-buahan ini disebut kolang kaling, makanan lezat yang paling banyak diminati selama bulan Ramadhan.

Legenda mengatakan bahwa keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta sangat menyukai kawung sehingga hanya mereka yang mempunyai garis keturunan bangsawan yang diperbolehkan memakainya.

2. Parang: Simbol Keamanan

Motif batik geometris lainnya ialah parang yang mempunyai simbol panjang dan sempit mirip pedang atau huruf S . Batik sakral ini berasal dari abad ke-16, di Jawa Tengah, pada masa pemerintahan Sultan Agung Mataram.

ilustrasi

Konon Danang Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan, membuat parang sambil mengamati hamparan bebatuan bergerigi di pesisir selatan.

Ada juga cerita rakyat Indonesia wacana Pangeran Jawa bernama Panji, yang dilindungi karena mengenakan batik parang. Inilah mengapa banyak orang Jawa yang menganggap perang sebagai simbol perlindungan dan keamanan.

3. Sekar Jagad: Ekspresi Cinta

Sekar jagad dapat ditelusuri kembali ke abad ke-18. Namanya berasal dari bahasa Belanda "kar" yang berarti "peta", dan istilah Jawa "jagad", yang berarti "dunia". Kata sekar juga berarti bunga dalam bahasa Indonesia. Maka dapat disimpulkan sekar jagad merupakan merepresentasikan keindahan keragaman Indonesia.

Kunjungi Museum Batik Yogyakarta, Traveler Bisa Pelajari Motif Batik Klasik

Memberikan cinta dan kebahagiaan, warna segar dan cerah dari pola bunganya menjadikannya pilihan yang tepat untuk gaun pengantin.

4. Truntum: Hadiah dari Ratu

Truntum, salah satu jenis batik populer dari Solo, diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, putri Sunan Pakubuwana III. Orang-orang percaya bahwa Ratu, yang sedih dengan ketidaksetiaan Raja, membuat pola bintang ini sambil menatap langit malam.

Terkesan dengan motifnya, sang Raja mengagumi ketekunan istrinya. Cintanya pada Ratu bangkit kembali dan dia berdamai dengannya. Legenda ini mempopulerkan truntum sebagai simbol cinta yang bangkit kembali, menjadikannya favorit di kalangan pengantin.

Comments