Kisah Inspiratif: Para Siswa Bingung Mengapa Mereka Tidak Memiliki Meja Tulis, Kemudian, Guru Memberikan Pelajaran yang Tak Terlupakan

Inspirasi

Ragam / Inspirasi

Kisah Inspiratif: Para Siswa Bingung Mengapa Mereka Tidak Memiliki Meja Tulis, Kemudian, Guru Memberikan Pelajaran yang Tak Terlupakan

Kisah Inspiratif: Para Siswa Bingung Mengapa Mereka Tidak Memiliki Meja Tulis, Kemudian, Guru Memberikan Pelajaran yang Tak Terlupakan

KEPONEWS.COM - Kisah Inspiratif: Para Siswa Bingung Mengapa Mereka Tidak Memiliki Meja Tulis, Kemudian, Guru Memberikan Pelajaran yang Tak Terlupakan Setelah mengambil meja murid-muridnya, guru ini memberikan sebuah pelajaran penting perihal rasa syukur dan kebebasan, yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh murid-muridnya.Bagi guru ini, meja...
meja tulis

Setelah mengambil meja murid-muridnya, guru ini memberikan sebuah pelajaran penting perihal rasa syukur dan kebebasan, yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh murid-muridnya.

Bagi guru ini, meja sesungguhnya merupakan hak istimewa.

Kembali pada bulan September tahun 2005, Martha Cothren, guru bidang studi ilmu sosial di Sekolah Tinggi Robinson, di Little Rock, AS, memindahkan semua meja di kelasnya setelah mendapat izin dari inspektur, supervisor bangunan, dan kepala sekolah.

Murid-muridnya masuk dan resah. Bu Cothren, di mana meja kami? Tanya mereka.

Kalian tidak akan mendapat meja sampai kalian memberi tahu saya bagaimana kalian bisa punya hak untuk duduk di sebuah meja, jawab Cothren.

Yah, mungkin itu karena taraf kita, pikir para siswa. Mungkin itu sudah perilaku bawaan kami.

Tidak, kata Cothren.

Periode pertama, periode kedua, dan periode ketiga berlalu dan meja-meja itu masih belum ditempatkan kembali ke kelas.

(Foto : Facebook | Martha Cothren)

Di penghujung hari, saat kabar perihal guru aneh itu menyebar, kru informasi televisi mulai berkumpul di kelas Cothren.

Sepanjang hari tidak ada yang bisa memberitahu saya apa yang telah kalian lakukan untuk mendapatkan hak untuk duduk di meja yang biasanya ada di kelas ini. Sekarang saya akan memberitahu kalian, kata Cothren kepada para siswa yang duduk di lantai.

Saat itu, Cothren membuka pintu kelasnya dan 27 veteran AS. muncul, masing-masing membawa sebuah meja di tangan mereka.

Para veteran mengatur meja-meja tersebut dengan barisan yang rapi, setelah itu mereka berdiri di dekat dinding.

(Foto : Facebook | Pulaski County Special School District)

Pada tahap ini, para siswa menyadari bagaimana mereka bisa mendapatkan meja di kelasnya.

Sang guru telah merencanakan keseluruhan acara untuk mengajar murid-muridnya sebuah pelajaran penting kita harus menghargai para veteran kita dan tidak menganggap remeh, karena mereka telah melakukan pengorbanan tertinggi untuk memastikan kita memiliki kebebasan, untuk duduk dalam lingkungan belajar yang aman dengan sebuah meja tulis.

Bukan kalian yang memperjuangkan hak untuk bisa duduk di meja ini. Para pahlawan inilah yang telah melakukannya untuk kalian.

Mereka meletakkan meja-meja ini di sini untuk kalian. Sekarang, terserah kalian kalau mau duduk. Merupakan tanggung jawab kalian untuk belajar, menjadi murid yang baik, menjadi warga negara yang baik, kata Cothren.

Mereka membayar harganya supaya kalian bisa mendapat kebebasan, dan untuk mendapatkan pendidikan. Jangan pernah melupakannya, tegasnya.

(Foto : Facebook | Martha Cothren)

Kisah ini diambil dari pidato mantan Gubernur Arkansas Mike Huckabee, pada tanggal 2 Maret 2007.

Cothren, anak perempuan dari seorang tahanan perang selama Perang Dunia II, diberi gelar Guru Terbaik Tahun Ini oleh Veteran Perang Luar Negeri, di tahun 2006.

Pelajaran inspiratif dari Cothren juga merupakan sesuatu yang harus kita pikirkan. Kita berhutang kepada para veteran untuk kebebasan yang kita nikmati. (anggi/yant)

Sumber: ntd.tv


Comments

loading...