Kisah Inspiratif: Jualan Gerobak Sering Dipandang Sebelah Mata, Pria Ini Buktikan Angkringannya Beromzet Fantastis!

Inspirasi

Ragam / Inspirasi

Kisah Inspiratif: Jualan Gerobak Sering Dipandang Sebelah Mata, Pria Ini Buktikan Angkringannya Beromzet Fantastis!

Kisah Inspiratif: Jualan Gerobak Sering Dipandang Sebelah Mata, Pria Ini Buktikan Angkringannya Beromzet Fantastis!

KEPONEWS.COM - Kisah Inspiratif: Jualan Gerobak Sering Dipandang Sebelah Mata, Pria Ini Buktikan Angkringannya Beromzet Fantastis! Usaha masakan kaki lima memakai gerobak seringkali dipandang sebelah maya oleh banyak orang. Padahal tak sedikit lho pedagang yang sukses hingga mempunyai omzet puluhan juta perbulannya....

Usaha masakan kaki lima memakai gerobak seringkali dipandang sebelah maya oleh banyak orang. Padahal tak sedikit lho pedagang yang sukses hingga mempunyai omzet puluhan juta perbulannya.

Hal inilah yang terlihat pada usaha angkringan Soearti milik Fiqqy Fachrurozy di Ciamis, Jawa Barat. Pria 30 tahun ini membagikan kisah inspiratif atas kesuksesan yang diraihnya saat ini.

Menjalankan sebuah angkringan, Fiqqy mengatakan bila dirinya pada awalnya tak mempunyai bakat berjualan. Namun saat itu, sang sahabat memintanya untuk menjaga angkringan miliknya, karena yang bersangkutan akan melebarkan bisnisnya ke Bandung, Jawa Barat.

"Usaha temen saya yang di Bandung perkembangannya lebih maju, mungkin perlu modal lagi. Jadi dijual ke saya, saya yang meneruskan dari 2017 hingga saat ini," pungkasnya seperti yang Suara kutip pada Rabu (13/9/2023).

:Menjadi Dokter Bukan hanya Menyembuhkan Fisik Tapi Juga Memberi Harapan, Ini Kisah Inspiratif dr Alfian Zunaidi Sp.OG

Modal Rp20 Juta

Faqqy Fachrurozy Pemilik Bisnis Angkringan Soearti (YouTube/Naik Kelas)Faqqy Fachrurozy Pemilik Usaha Angkringan Soearti (YouTube/Naik Kelas)

Mempunyai minat pada usaha masakan, Fiqqy pun langsung mencari modal saat itu juga untuk membayar temannya senilai Rp20 juta. Saat itu, ia sempat kesulitan mencari modal, karena tabungannya masih kurang.

Fiqqy pun nekat menjual banyak sekali barang apapun yang bisa dijualnya untuk membayar kepemilikan usaha tersebut. Dengan harga itu, Fiqqy sudah mendapatkan gerobak dan banyak sekali peralatan untuk angkringannya.

"Nyari uang ga dikasih orangtua modalnya. Ada tabungan dikit masih kurang, ada hp dua, dijual satu. Apa aja barang-barang yang bisa dijual, dijual meskipun belim tau ke depannya gimana tapi karena keinganan sudah bulat jadi terus berusaha," ucapnya lagi.

Setelah bisa melunasi kepemilikan usaha angkringan temannya, Fiqqy oun harus berjuang dari nol kembali saat lapaknya harus tergusur karena penataan kota. Ia pun segera mencari tempat baru. Kini, angkringannya menempati sebuab ruko di pinggir jalan dengan gerobakan di bagian depannya.

:Ini Rahasia Untuk Capai Kesuksesan Jangka Panjang Dalam Karier: Tingkatkan Diri Dalam Kemampuan Digital

Inspirasi itu, kata dia sebenarnya datang dari angkringan di Yogyakarta. Menurutnya dibandingkan berkonsep cafe yang pesaingnya sudah banyak, ia tetap menyesuaikan pasar menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau.

Berjuang dari Nol

Angkringan Soearti di Ciamis (YouTube/Naik Kelas)Angkringan Soearti di Ciamis (YouTube/Naik Kelas)

Fiqqy mengatakan bila dirinya harus berjuang. Saat itu. Omzetnya bahkan hanya Rp100-150 ribu perhari. Dengan penghasilan tersebut ia harus membayar dua orang karyawannya.

Bahkan terkadang, ia tak mempunyai keuntungan perbulannya. Kalau ada lebih hanya berkisar Rp200 ribu, dan paling besar Rp700 ribu. Melihat hal tersebur, orangtua Fiqqy menawarkannya untul berkuliah dan bekerja saja.

Namun, Fiqqy menolak tawaran tersebut dan bersikeras untuk tetap melanjutkan usahanya walau untungnya tak seberapa. Terpenting kata dia, angkringannya bisa berjalan, membayar dua karyawannya dan modal bahan baku setiap hari.

"Karena seneng ngejalaninnya, seru aja meskipun hasilnya belum terlihat tapi kalau kita nyaman ya jalanin terus. Karena saya memilih jalan untuk berjualan, tidak mau terus kuliah, mau tidak mau harus survive dan harus berhasil," ungkapnya yakin.

Atas kegigihan tersebut, kini angkringan yang namanya diambil dari nama ini temannya itu kini semakin berkembang dan berhasil. Fiqqy berjualan setiap harinya mulai pukul 16.00-00.00.

Kini, ia pum sudah mempunyai lima orang karyawan dengan omzet 30-40 juta perbulannya. Selain membiayai kehidupannya sehari-hari, Fiqqy juga bisa membuktikan pada keluarganya kalau tak ada yang tak mungkin.

"Jualan gerobakan sering dipandang sebelah mata, jualannya ga keren gitu ya. Tapi kan kita cari penghasilan, bukan cari keren. Jadi kalo menurut saya ga keren juga gapapa lah asal ngasilin," tutup dia.

Comments