Kioson Merugi tapi IPO, Bos BEI: Hanya 2 Syarat, Legal Clean dan Plan Dipercaya

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Kioson Merugi tapi IPO, Bos BEI: Hanya 2 Syarat, Legal Clean dan Plan Dipercaya

Kioson Merugi tapi IPO, Bos BEI: Hanya 2 Syarat, Legal Clean dan Plan Dipercaya

KEPONEWS.COM - Kioson Merugi tapi IPO, Bos BEI: Hanya 2 Syarat, Legal Clean dan Plan Dipercaya JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan untuk melantai di pasar modal, meskipun, perusahaan tersebut masih merugi. Seperti yang terjadi pada PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS) y...

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan untuk melantai di pasar modal, meskipun, perusahaan tersebut masih merugi. Seperti yang terjadi pada PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS) yang hari ini resmi tercatat sebagai emiten ke 558 di pasar modal.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menjelaskan syarat utama untuk masuk ke pasar modal merupakan kesehatan secara administratif dan finansial. Meskipun merugi, namun apabila perusahaan memiliki perencanaan yang terang, maka masih berikan izin untuk melantai di pasar modal.

BERITA TERKAIT +

Hari Pertama Jualan di Bursa, Saham Kioson Langsung Naik 50% ke Rp450

" Go Public hanya dua syaratnya, satu legal administratif clean, kedua lima tahun (perusahaan) punya plan yang benar dan dipercaya," kata Tito di kantornya, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Tito mencontohkan KIOS sebagai emiten yang masih merugi, namun dia optimis KIOS akan memiliki proyeksi positif. Apalagi, prospek e-commerce cukup cemerlang ke depannya.

Wih! BEI Sambut Kioson, Startup Pertama Melantai di Pasar Modal

" Ini juga gitu (KIOS) dia bahkan sebenernya ada revenue dia udah bilang dua tahun lagi dia janji. Jadi aturan, kalau masih rugi tapi kalau punya pendapatan dalam 2 tahun lagi, jadi boleh," kata dia.

Sebagai berita, KIOS masih merugi Rp4,45 miliar per 30 April 2017. Meskipun merugi, pendapatan Kioson naik 447% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp25,96 miliar dari Rp4,7 miliar per 30 April 2017.

Dengan total aset mencapai Rp 44,77 miliar atau naik sebesar 25,29% bila dibandingkan dengan aset per 31 Desember 2016.

(rzy)

Kioson Merugi tapi IPO, Bos BEI: Hanya 2 Syarat, Legal Clean dan Plan Dipercaya

Comments